Jemput Bola Selesaikan Venue

Djoko Pramono. foto: kumaidi sumeks.co.id

BANDUNG – Panpel Asian Games 2018 alias INASGOC tidak ingin masalah belum ketersediaan venue menghambat kesuksesan penyelenggaraan. Gerak cepat pun dilakukan. Memanfaatkan waktu yang tersisa tinggal 11 bulan, INASGOC memutuskan akan jemput bola dengan mendatangi langsung setiap venue dari cabang olahraga yang dipertandingkan. Ini karena tanggung jawab venue ada di INASGOC dan Kemenpupera.

“Senin saya akan bawa pengurus cabor ke venue-venue bersama direktur venues untuk melihat langsung perkembangan di lapangan. Setiap hari saya jadwalkan dua sampai tiga venue cabang olahraga kita datangi kemudian langsung kita urus kekurangannya, menghitung bujet kemudian mencarikan solusinya,” ungkap Wakil Deputi I Games Operation INASGOC Djoko Pramono saat meninjau test event road to Asian Games Indonesia Squash Junior 2017 di Siliwangi Squash Center Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/9).

Djoko memutuskan INASGOC harus jemput bola karena memang kondisinya sudah mengkhawatirkan. Asian Games tahun depan akan pertandingan 39 cabang olahraga (cabor). Dari sejumlah cabor yang dipertandingkan itu, mayoritas venue-nya belum selesai dibangun maupun direnovasi. Beberapa venue yang tampak belum selesai pembangunannya ada di Komplek Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Salah satunya venue squash. Pertandingan squash di Asian Games 2018 rencananya di tempatkan di bangunan baru samping Hotel Mulia Senayan.

Baca Juga :  Gubernur Masuk, Muddai Geser ke Deputi

Bangunan yang dulu Gedung Olahraga untuk bulu tangkis itu dirobohkan dan dibangun ulang sampai empat lantai. Nah, lantai yang tidak dipakai itu bisa dimanfaatkan untuk venue squash. Ini sebagai solusi dari INASGOC mengingat squash tidak naik dalam Inpres untuk Asian Games 2018. Tapi pembangunan itu belum selesai. Efek dari belum tersedianya venue, membuat squash melakukan test event di Bandung pada 9-16 September. Setali tiga uang dengan panjat tebing. Cabor ini juga belum memiliki venue meski sudah dipastikan dilaksanakan di Jakabaring Sport City Palembang. Akibat venue belum tersedia, maka mereka menggelar test event di Cikole Bandung.

“Untuk test event kita sadari bahwa pada 2017 ini banyak venue yang belum siap. Tapi jika kita tunggu sampai tahun depan, terlalu dekat (dengan pelaksanaan Asian Games). Karena itu test event tetaplah berjalan meski tidak di venue yang sebenarnya. Apa sih yang di tes dalam test event? Venue, sumber daya manusia, manajemen pertandingan, dan regulasi yang digunakan. Jika venue belum siap, minimal tiga aspek sudah terjangkau,” terang Djoko.

Mantan Komandan Korps Marinir ke-11 ini menargetkan, untuk masalah venue bisa diselesaikan akhir tahun ini. Dengan begitu, harapannya atlet memiliki waktu cukup melakukan adaptasi venue. Minimal enam bulan mereka bisa membiasakan diri latihan dengan venue yang baru dibangun.

Baca Juga :  Efek Lelah

Jika rencana ini sesuai jadwal, akan membantu cabor dalam menyiapkan atletnya. Panjat Tebing misalnya. Manajer kompetisi Asian Gams 2018 Pontas Sitanggang, berharap venue panjat tebing bisa diselesaikan Januari 2018. Ini agar incaran empat emas di Asian.GamesSementara Ketua PB Squash Alfitra Salamm berharap akhir tahun ini sudah ada kepastian dimana venue squash pada Asian Games 2018 nanti dipertandingkan.(kmd)

Jadwal Test Event Asian Games 2018
21-23 Juli Triathlon Palembang
11-14 Agustus Paragliding Bogor
20-28 Agustus Handball Cibubur
5-9 September Panjat Tebing Cikole, Bandung
9-16 September Squash Bandung
15-17 September Rugby GOR Soemantri Brodjonegoro Jakarta
18-23 September Anggar Cilandak Jakarta
26 September – 1 Oktober Berkuda Pulomas Jakarta
18-23 Oktober Judo Kelapa Gading Jakarta
20-25 Oktober Sepak Takraw Jakarta
24-29 Oktober Wushu Kelapa Gading Jakarta
4-12 November Menembak Jakarta
11-12 November Karate Cibubur Jakarta
24-27 November Kabbadi Jakarta
28 November – 5 Desember Bridge Depok

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!