Jurusan IPS, Jangan Pilih Teknik-FK

Prof Ir Zainuddin Nawawi PhD. Foto: JPG

PALEMBANG – Panitia lokal (panlok) Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 Universitas Sriwijaya (Unsri) terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Termasuk mengingatkan pihak sekolah dan siswa untuk tidak salah pilih jurusan dan fakultas.
“Siswa jangan sampai salah pilih jurusan. Karena jika salah, kesempatan dan peluang untuk diterima jalur mandiri SNMPTN menjadi sangat kecil,” ujar Prof Ir Zainuddin Nawawi PhD, ketua panlok SNMPTN, SBMPTN, dan USM sekaligus wakil rektor 1 Unsri, akhir pekan lalu.
Calon pendaftar, lanjut dia, yang didaftarkan oleh pihak sekolah ataupun siswa sendiri dalam memilih jurusan harus sesuai hati nurani dan harus disesuaikan dengan jurusan saat di bangku sekolah. “Calon pendaftar yang jurusan IPS jangan pilih fakultas yang ada kaitannya dengan jurusan IPA. Misalnya saja fakultas kedokteran atau teknik,” urainya.
Karena jika salah pilih jurusan, kegagalan untuk diterima pada PTN yang diinginkan akan lebih besar. Bukan hanya itu, jika nantinya calon pendaftar dinyatakan lulus pada PTN yang diinginkan, tapi banyak siswanya tidak mengambil, akan berpengaruh pada sekolah bersangkutan. “Bisa berpengaruh pada adik tingkat, atau dengan kata lain sekolah tersebut bisa saja tahun berikutnya tidak akan diikutkan dalam peserta SNMPTN,” ungkapnya.
Dijelaskan sebelumnya, universitas bergengsi di Sumsel ini mengimbau bagi sekolah yang sudah mengisi pendaftaran pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) nanti akan menerima password. Selanjutnya diserahkan ke siswa untuk selalu mengingatnya jika sudah diganti.
“Siswa bisa ganti password namun jangan sampai lupa. Sebab jika lupa, akan berakibat fatal. Karena semua urusan barus dilakukan ke panitia pusat,” imbuhnya. Selain hal tersebut, Prof Zainuddin juga menjelaskan, bagi calon pendaftar yang memilih lebih dari satu perguruan tinggi negeri (PTN), wajib memilih salah satu PTN di provinsi yang sama dengan sekolah asalnya.
Tapi bagi yang memilih hanya satu PTN, pendaftar boleh memilih PTN yang berada di provinsi mana pun. “Pendaftar bisa memilih sebanyak tiga program studi (prodi) dengan ketentuan satu PTN maksimal satu prodi,” lanjutnya seraya menambahkan, daya tampung Unsri sebanyak 7 ribu mahasiswa dengan alokasi jalur SNMPTN sebanyak 30 persen dari daya tampung.
Sementara itu, pada tahapan seleksi, pendaftar diseleksi di PTN pilihan satu berdasarkan urutan pilihan prodi. Khusus pendaftar yang memilih di dua PTN, jika tidak lulus di PTN satu, maka akan diseleksi di PTN dua berdasarkan urutan prodi dan keterangan daya tampung.
Selain itu, sanksi bagi sekolah atau siswa yang melakukan kecurangan, maka sekolah tersebut tidak akan diikutsertakan dalam SNMPTN berikutnya. Sementara siswa yang dinyatakan lulus SNMPTN, tetapi terbukti melakukan kecurangan, akan dibatalkan kelulusannya.
Terpisah, Prof Dr H Zulkifli Dahlan, humas dan sosialisasi SNMPTN, SBMPTN, dan USM menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi ke kabupaten/kota yang rencananya paling lama minggu depan. Sekolah yang siswanya mengikuti SNMPTN harus memiliki nomor pokok sekolah nasional (NPSN) dan mengisi data prestasi siswa di PDSS. Siswa yang berhak mengikuti SNMPTN adalah siswa yang memiliki nomor induk siswa nasional (NISN), memiliki prestasi unggul dan rekam jejak prestasi akademik di PDSS. “PTN boleh menetapkan kuota mahasiswa baru SNMPTN lebih dari 30 persen, persentasenya diambil dari 10 persen yang tersisa,” terangnya. Khusus pendaftaran SNMPTN, 21 Februari- 6 Maret 2018. “Hasil SNMPTN, diumumkan pada 17 April atau bertepatan dengan tes SBMPTN,” pungkasnya. (nni/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!