Kaji Penarikan Beras PT IBU

JAKARTA – Dua merek beras produksi PT Indo Beras Unggul (IBU) diduga menyalahi standar nasional Indonesia (SNI). Karena itu, dibahas bagaimana keberlanjutan kedua merek tersebut. Bareskrim, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membahas kemungkinan penarikan dan larangan edar.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Agung Setya menuturkan, rapat yang digelar, kemarin siang (8/3), ditujukan untuk menyikapi permasalahan beras PT IBU. Setelah diketahui adanya dugaan menyalahi SNI yang merugikan masyarakat, apa kemungkinan selanjutnya. “Apakah penarikan produk atau larangan edar,” jelasnya ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Keputusan itu akan diambil oleh kementerian teknis, seperti Kementan dan Kemendag. Bareskrim hanya berwenang untuk masalah proses hukumnya, yang saat ini sampai pada tahap penyidikan. “Kami berwenang untuk yang 1.171 ton di gudang, untuk yang telah beredar dan produksinya tentu kementerian lainnya,” ujarnya.
Sebenarnya, pemerintah sudah melarang untuk mengedarkan barang yang tidak sesuai dengan labelnya. Kalau hal tersebut tidak dipatuhi tentu saja ada risiko masing-masing yang harus ditanggung. “Yang pasti, bila masih beredar ada kemungkinan masyarakat merugi, sebab membeli barang yang tidak sesuai kualitasnya. Walau secara kesehatan beras tersebut aman untuk dikonsumsi,” terangnya.
Sementara Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Polri Kombespol Martinus Sitompul menjelaskan, saat ini masih dilakukan pengembangan untuk penyidikan, hingga Kamis telah ada 28 saksi yang diperiksa untuk kasus tersebut. Lalu, ada 14 saksi ahli yang telah dimintai keterangan terkait beras Cap Ayam Jago dan Maknyuss. “Kami mengembangkannya,” paparnya.
Tentunya, pengembangan ini akan melihat apakah ada pihak lain yang terlibat dalam pemberian informasi yang menyesatkan ini. “Mengingat ini tidak mungin hanya seorang dalam melakukannya,” ujarnya.
Pengembangan tersebut juga terkait pemeriksaan beberapa produk lain dari PT IBU. Ada beberapa produk lain yang dimiliki PT IBU. Akan dilihat apakah ada informasi yang tidak tepat disampaikan dalam produk lainnya. “Label kemasan dan isinya akan dicocokkan,” tuturnya.
Sebelumnya, diketahui bahwa Bareskrim menetapkan Dirut PT IBU berinisial TW menjadi tersangka, serta dilakukan penahanan. Terdapat dugaan pelanggaran hukum berupa menyalahi SNI. Seperti, mutu beras tidak sesuai SNI dan pencantuman angka kecukupan gizi (AKG) yang diduga untuk menggaet konsumen. (idr/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!