Kapolri: Petugas Salah Menilai

Jenderal Tito Karnavian

Insiden razia berdarah di Lubuklinggau disikapi serius oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tertembaknya enam dari delapan penumpang mobil Honda City Hitam BG 1488 ON diduga karena penilaian petugas yang salah. Tito menjelaskan, bila dilihat kronologisnya, mobil itu menerobos razia dan hampir menabrak tiga anggota kepolisian. “Kondisi itu membuat anggota yang bertugas berasumsi bahwa pengemudi merupakan pelaku kejahatan,” ujarnya, Rabu (19/4).

Karena itu terjadi pengejaran. Tembakan peringatan tidak menghentikan pengemudi mobil yang membawa satu keluarga tersebut sehingga tembakan dilakukan dengan posisi mengarah ke mobil.

Ternyata, setelah kendaraan berhenti dan dilakukan pengecekan, pengemudi dan penumpang bukan merupakan pelaku kejahatan. ”Ada tindakan diskresi yang kurang tepat,” jelasnya di Kompleks Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), kemarin.

”Satu korban meninggal. Saya sangat menyesali kejadian ini,” imbuh Tito. Dia memberikan jaminan bahwa bila terbukti bersalah, maka petugas yang melakukan penembakan akan diproses disiplin dan pidana.

Belajar dari insiden itu, penting bagi anggota punya kemampuan membuat keputusan sebelum melakukan tindakan diskresi. Seorang polisi harus memiliki kemampuan penilaian subjektif yang tepat. ”Tindakan itu untuk menjaga keselamatan publik. Perlu untuk melakukan tindakan yang terukur dan tidak berlebihan,” tuturnya.

Baca Juga :  Jadi Irup, Launching “Polisi Wong Kito”

Menurut Tito, posisi seorang anggota polisi itu ibarat satu kaki di kuburan dan satu kaki di penjara. Bila kurang cepat bertindak dalam bertugas, bisa saja meninggal karena jadi korban pelaku kejahatan. ”Tapi, bila penilaian salah, ujung-ujungnya dihukum,” terangnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka yang perlu dievaluasi adalah penilaian dari personel dalam mengambil keputusan saat bertugas. Terutama saat memutuskan diskresi. Pada tingkatan pendidikan dan lapangan perlu coaching clinic dengan simulasi-simulasi berbagai kondisi gangguan keamanan. ”Untuk mengasah pengambilan keputusan sehingga lebih tepat,” ujarnya.

Saat ini, yang penting adalah memulihkan situasi. Terutama dengan keluarga korban dan masyarakat. ”Saya sudah perintahkan Kapolda Sumsel untuk memulihkan semuanya,” ungkap Tito. (idr/vis/wek/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!