Kasihan… Anak-Menantu ini Tersesat saat Mudik

Keluarga Erwin yang terdampar di Pos Pam Tol Unsri. foto: sardinan sumeks.co.id

INDERALAYA – Para Pemudik sebaiknya jangan hanya mengandalkan GPS (global positioning system) untuk mencari petunjuk jalan. Alangkah baiknya juga bertanya dengan warga. Seperti pepatah, malu bertanya sesat di jalan.

Pemudik yang diketahui keluarga Erwin (40) asal Jakarta dengan tujuan Belawan, Sumut ini harus tersesat dalam perjalanan hingga masuk ke Jalan Beringin, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Jalan yang dilaluinya bukanlah jalan nasional, melainkan jalan provinsi dan kabupaten yang ada di wilayah Ogan Ilir.

Bagaimana ceritanya? Bak Iya Pulungan (64), mertua Erwin menuturkan bahwa  dirinya berangkat dari Babel menggunakan jalur laut, tiba di Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA), Ahad (10/6) untuk bertemu dengan menantunya, Erwin yang berangkat dari Jakarta.

“Erwin lewat jalur darat bersama istrinya dan dua tiga anaknya (cucu) menggunakan mobil Toyota Avanza warna silver nopol BG 1556 URW. Kami sepakat janjian bertemu di Palembang,” kata perempuan lansia ini.

Namun Bak Iya sendiri akhirnya terdampar di Pos Pasar Inderalaya hingga tidur semalaman. Lalu pagi harinya oleh petugas, Bak Iya dibawa ke Pos Ketupat Tol Unsri,
dengan harapan anaknya sekeluarga yang berangkat dari Jakarta bisa bertemu di pos tersebut.

Posisi Erwin sendiri saat dihubungi Bak Iya sekitar pukul 09.30 WIB mengaku sudah berada di wilayah Kota Prabumulih. Artinya Erwin sekeluarga menggunakan jalur lintas tengah, bukan Jalintim.

Baca Juga :  Mungkinkah Diara?

Namun belakangan Erwin mengabarkan, sudah berada di Desa Srikembang. Dan dari situlah, Erwin sekeluarga sesat dalam perjalanan. Dan ternyata benar, Sri Kembang yang dimaksudkan Erwin itu adalah wilayah Ogan Ilir, yakni Kecamatan Payaraman, itu artinya Erwin melalui Jalur Beringin, perbatasan Prabumulih dengan Ogan Ilir.

Singkat cerita, ternyata Erwin tiba di Pos Ketupat Tol Unsri sekitar pukul 11.30 WIB dan mengaku, kalau mereka tersesat jalan, semestinya dari perjalanan di Kota Prabumulih melintas di Jalinteng hingga ke Ogan Ilir justru masuk ke Jalan Beringin.

“Kami benar-benar tersesat jalan, masuk jalan sempit tanpa aspal, hutan karet, dan perkebunan tebu, karena menggunakan GPS,” tuturnya. (sid)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!