Kasihan… Bocah Usia 13 Tahun Berat 5 kg

Ilustrasi. foto: pojokpitu/jpg

JEMBER – Kasus gizi buruk terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. M Mifbachul Ulum yang merupakan keponakan Syaiful, warga RT 1, RW 1, Dusun Dukuh, Desa Gugut, Jember ini menderita gizi buruk. Saat ini Ulum dirawat di Ruang Aster RSD dr Soebandi Jember.

Sebab, pengurusan administrasi untuk keringanan biaya rumah sakit masih terkendala.

”Tadi mengurus mulai desa. Tapi, di depan (loket) katanya tidak bisa karena tidak ada KK (kartu keluarga) asli,” ucap Syaiful.

Maklum, bocah yang mengalami gizi buruk itu baru pindah ke Desa Gugut, Rambipuji, beberapa waktu lalu.

Saat datang ke Jember, kondisinya cukup mengenaskan.

Ulum kemarin memang masih terlihat lemah meski sudah bisa diajak berkomunikasi.

Pada usia 13 tahun, bobot Ulum hanya 5 kilogram.
Tubuhnya hanya terbungkus kulit. Selain itu, kulitnya gosong dan mengelupas.

Bocah gizi buruk tersebut memang yatim piatu. Orang tuanya, Yusuf dan Iin, meninggal sejak Ulum masih TK.

”Ulum sebelumnya ikut keluarga ibunya di Pasuruan,” jelas Syaiful, saudara dari bapak Ulum.

Beberapa bulan lalu Ulum dipindah ke Jember karena budenya yang merawat di Pasuruan mengalami stroke.

Karena itu, kata Syaiful, Ulum ikut dirinya dan neneknya, Juariya.

Baca Juga :  Ini Mungkin Penyebab SFC Kalah?

Syaiful pun belum sempat mengurus surat-surat kepindahan bagi Ulum dan KK baru.

Sejak kemarin, sebenarnya Syaiful sudah mengurus ke desa dan kecamatan untuk mencari solusi atas masalah itu.

Salah satunya, mengurus surat keterangan tidak mampu ke desa dan kecamatan.

”Juga sudah mengurus surat domisili pindah dari desa dan kecamatan,” jelasnya.

Untung, dalam kondisi itu, kemarin anggota Komisi D DPRD Jember Alfian Andri Wijaya mengunjunginya. Dia ikut mengurus dan membantu Ulum agar bisa dirawat di rumah sakit milik Pemkab Jember tersebut.

”Tadi kami sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan dinas sosial. Sebab, pasien ini benar-benar pasien miskin,” jelas Alfian.

Bahkan, pihak desa dan kecamatan sudah mengetahui kondisi rumah Juariya dan Syaful. ”Mereka memang dari masyarakat kurang mampu.

Rumahnya saja dari gedek. Saya kemarin ikut menjemput agar mau berobat ke rumah sakit,” jelasnya.

Dia berharap biaya pengobatan untuk Ulum bisa di-cover APBD Jember yang memang khusus untuk biaya pengobatan pasien miskin.

Soal masalah administrasi, Humas RSD dr Soebandi dr Evy menyatakan, sebenarnya itu bukanlah masalah berat.

Pihaknya juga memberikan kelonggaran. ”Bisa kok memakai keterangan surat domisili dari desa dan kecamatan,” terangnya.
Asalkan, kata Evy, pihak desa menyatakan pasien tersebut adalah warga miskin. (ram/aro/c5/diq/jpnn)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!