Kasihan… Mata Novel Belum Bisa Dioperasi

Novel Baswedan. foto: imam husein jawa pos

SINGAPORE – Pemulihan mata penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura, belum menunjukkan progres positif.

Penyidik berlatar belakang perwira polisi ini belum bisa kembali ke markas KPK untuk melaksanakan tugasnya karena harus menunggu operasi besar tahap dua yang sedianya akan dilaksanakan akhir bulan ini.

”Masih lambat tumbuhnya,” kata Novel kepada Jawa Pos, Selasa (30/1) kemarin.

Dokter mata rumah sakit di Singapura yang menangani pengobatan suami Rina Emilda itu tidak bisa berbuat banyak. Kecuali menunggu pertumbuhan positif selaput mata kiri penyidik andalan KPK tersebut. “Sepertinya operasinya memang masih perlu waktu lama,” ujarnya.

Lantas apa yang membuat pertumbuhan selaput mata kiri Novel tak kunjung membaik? Novel mengatakan hal itu disebabkan lantaran tingkat kerusakan mata yang cukup parah.

Tidak stabilnya kondisi kesehatan mata juga mempengaruhi pertumbuhan selaput buatan itu. ”Suplemen (mata) dan sebagainya juga tidak banyak pengaruh (memaksimalkan pertumbuhan selaput, Red),” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Novel mendapat teror siraman air keras pada 11 April 2017 atau sembilan bulan lalu. Akibat penyerangan itu, Novel harus dirawat di rumah sakit mata di Singapura.

Baca Juga :  Bawaslu Libatkan KPK

Selama tinggal di Negeri Singa itu, biaya hidup Novel tidak mendapat bantuan pemerintah. Hanya biaya pengobatan yang ditanggung negara. Dengan begitu, semakin lama dia tinggal di Singapura, biaya hidup juga semakin membengkak.

Meski demikian, Novel masih bisa membaca tulisan. Hanya, aktivitas itu harus dibantu hard lens yang dipasang di mata kanan. Dengan begitu, penyidik kelahiran Semarang itu masih bisa berkomunikasi via telepon dan berkirim pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp (WA). ”Kalau itu (membaca) masih sama,” ungkap bapak lima anak itu. (tyo)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!