Kasus Lama, Baru Pelimpahan Tahap Dua

Dua tersangka kasus dugaan korupsi senilai Rp17,6 miliar saat dilimpahkan ke Kejati Sumsel, kemarin. foto : adi/sumeks

PALEMBANG- Setelah melalui proses panjang, kemarin (18/1) tim penyidik Tipikor Polda Sumsel melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi senilai Rp17,6 miliar. Kedua tersangkanya, Ery Asyari (56) dan Akhmad Rasyid (47).

Mereka, mantan kepala BNI dan karyawan BNI cabang Kota Lubuklinggau. “ Hari ini (kemarin,red) kita memang menerima pelimpahan dua tersangka dari Polda, kasus tahun anggaran 2011-2012,” jelas Kepala Kejati (Kajati) Sumsel, Ali Mukatyono SH melalui Aspidsus, Adnes Triani SH.

Modusnya, memanipulasi data dan mengubah surat tanah yang menjadi jaminan dari 52 kreditur. Namun, uang yang cair tidak diberikan kepada para kreditur. Tak satupun yang menerima kucuran dana program kredit usaha rakyat (KUR) tersebut.

Total dana yang dicairkan Rp 9,9 miliar dengan masa pinjaman 10 tahun. Dalam perjanjian, pinjaman harus dicicil tahun keenam. Kasus ini ketahuan pada 2016, saat puluhan kreditur tadi harus membayar. “Dihitung dengan bunga dan jaminan, total kerugian negara mencapai Rp 17,6 miliar. Tepatnya Rp17.638.090.110,” tegasnya didampingi jaksa senior M Eddy SH dan Kasi penuntutan bidang Pidsus, Rosmaya SH.

Kanit 3 Subdit III (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel Kompol Wisdon membenarkan adanya pelimpahan kedua tersangka, Erry dan Rasyid ke Kejaksaan. “Ini pelimpahan tahap kedua, tersangka dan barang bukti,” jelasnya.

Baca Juga :  Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara, Minta Maaf

Kedua tersangka di bon dari tahanan masing-masing. Erry dijemput dari Lapas Merah Mata. Sedangkan Rasyid, dijemput dari rutan Pakjo. Ada satu lagi tersangka kasus ini. Namanya RD. “Saat ini, dia masih dalam pengejaran. Statusnya sudah masuk daftar pencarian orang (DPO),” sambungnya.

Wisdon menyebut, para tersangka diduga melakukan dugaan korupsi dalam penyaluran dana KUR. “Pencairan dana dilakukan sendiri oleh Rasyid sebagai penyelia uang tunai, tanpa dihadiri oleh 52 pemohon KUR,” jelasnya.

Diantara barang bukti yang diamankan dalam kasus ini, 52 berkas perjanjian kredit KUR tahun 2011. “Kami juga menyita data rincian jumlah premi atau imbal jasa pinjaman KUR tas nama para debitur,” pungkasnya. (afi/vis)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!