KBRI Washington DC Ajak 2 Yogi Amerika Yoga Famtrip ke Indonesia

WASHINGTON DC – Spirit kolaborasi dengan keyword “Indonesia Incorporated” Menpar Arief Yahya makin efektif. Soliditas membangun gotong royong antarlembaga pemerintah benar-benar menakjubkan. Seperti yang dilakukan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Budi Bowoleksono.

Budi makin agresif memasarkan pariwisata Indonesia. KBRI Washington DC pun memilih target spesifik yang bisa memiliki dampak besar di negeri Paman Sam. KBRI pun mengajak dua orang Yogi berkeliling Yogya dan Bali, 23 Oktober hingga 2 November 2017.

“Untuk menarik minat turis AS ke Indonesia, dibutuhkan strategi pemasaran Wonderful Indonesia yang lebih tepat sasaran serta menyasar target spesifik yang mempunyai minat khusus. Yoga adalah salah satunya”, demikian ditegaskan oleh Budi Bowoleksono, Dubes RI untuk Amerika Serikat saat melepas keberangkatan 2 orang Yogi dari AS ke Indonesia, (23/10).

KBRI Washington D.C. mengajak dua Yogi AS untuk melakukan Wisata Yoga (Yoga Familiarization Trip-famtrip) ke Yogyakarta dan Bali pada tanggal 23 Oktober hingga 2 November 2017.

Dua orang yogi AS, Jessamyn Stanley (@mynameisjessamyn) asal Durham, North Carolina dan Sean Phelps (@seanphelpslife) asal Los Angeles, California dipilih oleh KBRI Washington DC (@KBRIwashdc) karena mempunyai outreach yang luas melalui media sosial mereka.

Baca Juga :  Bakar Tongkang Jatuh ke Laut, Pertanda Apa?

Keduanya akan mempromosikan pengalaman wisata yoga di Indonesia secara real time setiap harinya melalui kedua akun medsos tersebut. Penggunaan sosial media sebagai alat promosi merupakan strategi yang dipakai oleh KBRI untuk menyasar masyarakat pada umumnya maupun generasi milenial AS yang saat ini mempunyai kecenderungan untuk mencari informasi secara online.

“Dari studi yang dilakukan oleh Ipsos Public Affairs tahun 2016, terdapat 36,7 juta orang AS yang telah menjadi yogi (pelaku yoga), dan 80 juta orang yang menyatakan keinginannya untuk menjadi yogi. Dari jumlah tersebut, para yogi telah menghabiskan 16,8 miliar USD untuk mengikuti kelas yoga dan membeli peralatan yoga. Yoga bukan hanya olahraga namun juga potensi pasar yang perlu Indonesia garap” lanjut Dubes Budi.

Dipilihnya Yogyakarta dan Bali sebagai tujuan Yoga Famtrip ini juga disebabkan oleh aktifnya dua kota tersebut melakukan kegiatan terkait Yoga. Selama dua tahun terakhir ini Yogyakarta rajin menjadi tuan rumah festival yoga nasional yang dihadiri oleh ribuan orang, sedangkan Bali telah menggelar festival yoga sejak tahun 2008.

Selain mengadakan sesi meditasi dan yoga di situs-situs wisata seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Uluwatu, dan Ubud, Jessamyn dan Sean akan bertemu dengan komunitas yoga di kedua kota tersebut. Diharapkan dengan pertemuan ini, kedua yogi dapat merasakan yoga di Yogyakarta dan praktek yoga yang kental dengan nilai-nilai dan adat-istiadat yang kuat di Bali.

Baca Juga :  Perbatasan Malaka Bakal Gelar Konser Perdana untuk Timor Leste

Program yang dilakukan atas kerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI ini diharapkan dapat menempatkan Indonesia dalam peta wisata yoga internasional dan meningkatkan kunjungan wisatawan AS ke Indonesia. Think yoga trip, think Wonderful Indonesia.

Menpar Arief Yahya mengakui, yoga adalah lifestyle yang sedang ngehits, termasuk di tanah air. Bali, Jogja, Jakarta makin berkembang komunitas Yoga. Sama dengan golf, diving, yang memiliki jejaring yang kuat, karena minat khusus.

“Dengan mencoba destinasi di Indonesia, maka yogi itu bisa mengendors penghobi yoga lain di negara mereka. Testimoni mereka akan menjadi bahan promosi yang luar biasa. Jika ini efektif, maka bisa dilakukan di negara lain. Terima kasih Pak Dubes,” kata Arief Yahya.(*/kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!