Kebutuhan Uang Kartal Naik Tipis

5
TUKAR UANG KECIL: (kiri-kanan) Deputi Direktur Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor BI Provinsi Sumsel M Seto Pranoto, Sri Suroso selaku nasabah prioritas, dan Kepala Bank Mandiri Regional II Sumatera 2, Aribowo, saat membuka acara Mandiri Cinta Rupiah, kemarin. Foto: Mandiri for Sumeks

PALEMBANG – Bank Mandiri Regional II Sumatera 2 siapkan penambahan uang kartal setiap hari saat Ramadan dan Idulfitri. Dibanding tahun lalu, jumlah penambahan uang kartal ini naik meski tak signifikan.
Cash & Clearing Operation Head Bank Mandiri Regional II Sumatera 2, Abdul Hakim Amir mengatakan, tahun ini pihaknya menyiapkan Rp55 miliar untuk di wilayah regional. Khusus di Sumsel porsi penambahannya per hari mencapai Rp25 miliar.
“Jumlah itu naik dari tahun sebelumnya yang tercatat penambahan per harinya Rp19 miliar. Ini juga diikuti dengan angka pengisian di jaringan ATM kami yang juga naik tipis sebesar 6 persen,” terangnya saat ditemui usai pembukaan kegiatan Mandiri Cinta Rupiah di Halaman Kantor Mandiri Regional II Sumatera 2, kemarin (16/6).
Khusus di jaringan ATM, lanjut dia, tahun sebelumnya tingkat pengisian selama Ramadhan mencapai Rp3,19 triliun, untuk Sumsel sebesar Rp1, 28 triliun. “Tahun ini proyeksi kami hingga 24 Juni sebesar Rp3,48 triliun, sedangkan untuk Sumsel mencapai Rp1,32 triliun. Kenaikan memang tak terlalu tinggi untuk ini, karena secara jumlah jaringan ATM juga tak bertambah tahun ini,” jelasnya.
Terkait penukaran uang baru, Abdul Hakim mengaku, pihaknya menyebar di 26 titik untuk di wilayah, 10 di antaranya di Sumsel. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang baru, Bank Mandiri melakukan kegiaatan Cinta Rupiah yang diadakan selama dua hari. Yakni mulai 16 – 17 Juni di sejumlah lokasi yang telah disiapkan.
“Setiap hari di masing lokasi kami siapkan Rp170 juta uang pecahan kecil. Rinciannya pecahan Rp10 ribu sebanyak Rp100 juta, pecahan Rp5 ribu sebanyak Rp50 juta, pecahan Rp2 ribu sebanyak Rp20 juta,” paparnya.
Untuk wilayah sebaran titik penukaran, diutamakan di remote area. “Dari 10 titik di Sumsel, wilayah penyebaran di tiga wilayah Kota Palembang, tiga lokasi di Banyuasin, dua lokasi di Muba, satu lokasi di Mura, dan satu lokasi di Lubuklinggau,” bebernya.
Selain di lokasi yang telah ditetapkan, lanjut dia, masyarakat juga bisa menukar di kantor cabang. Hanya saja memang tak disediakan layanan khusus. “Penukaran uang tunai dapat menggunakan EDC atau cash to cash. Sebaiknya penukaran dapat menggunakan EDC,” tandasnya. (cj10)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!