Kedepankan Integritas dan Kapasitas

SIMBOLIS: Imam Subarno SPd MM Didampingi Drs Syahrawi Hanan MPd mengalungkan tanda peserta diklat calon kepala sekolah angkatan IV tahun 2018, kemarin. Foto: Irwansyah/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumsel ingin mempercepat kualitas pendidikan. Salah satunya dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) guru, terutama kepala sekolah (kepsek). Salah satunya dengan menyelenggarakan pendidikan latihan (Diklat) calon kepala SMA/SMK se-Sumsel, yang sudah memasuki anggkatan IV tahun 2018.
Gubernur Sumsel melalui Sekretaris BPSDM Sumsel, Drs Syahrawi Hanan MPd mengatakan, diklat calon kepala SMA/SMK memasuki angkatan IV tahun 2018. Sebagai aparatur sipil negara (ASN), harus memiliki empat kompetensi, yakni teknis, manajerial, sosiokultural, dan pemerintah.
“Sebagai pendidik, jabatan bukan yang terpenting, melainkan kompetensi. Kita ingin meningkatkan kompetensi kepala sekolah. Selain mendidik, dia (kepsek, red) juga bisa memanajerial,” ujarnya di sela pembukaan di BPSDM Sumsel, kemarin (8/2).
Kepala sekolah, lanjutnya, harus mampu menjadi pelopor perubahan peningkatan kualitas di sekolah, baik siswa maupun guru. Hasil penilaian dengan LPPKS Solo, penyelenggaraan diklat kepala sekolah di Sumsel akan menjadi percontohan di seluruh Indonesia. “Artinya, kegiatan ini dinilai baik dalam mewujudkan perubahan,” tegasnya.
Selain itu, diklat ini juga dalam rangka memperoleh nomor unit kepala sekolah (NUKS). “Ke depannya, tidak ada lagi kepsek yang tidak mengedepankan kompetensi integritas dan kapasitas,” lanjutnya.
Ia mengatakan, diklat ini guna meningkatkan pendidikan secara umum sehingga ke depan semua kepala sekolah mempunyai kompetensi dan beintegritas. “Karena kita harus meninggalkan kebiasaan selama ini yang kurang memperhatikan norma-norma peraturan dan skill dalam pengangkatan kepala sekolah,” terangnya.
Sementara, Kepala Bidang Pengembangan Teknis Umum dan Fungsional BPSDMD, Iman Subarno SPd MM mengatakan, sebagai tindak lanjut Undang-Undang (UU) No 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah yang mengatur pelimpahan kewenangan SMA/SMK kembali ke provinsi, maka dimulai tahun 2017, BPSDM Provinsi Sumsel telah melakukan kerja sama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah Kemendikbud RI melakukan seleksi akademik calon kepala SMA dan SMK se- Sumatera Selatan sebanyak 511 peserta. Hasilnya, dinyatakan lulus sebanyak 361 orang, selanjutnya berhak mengikuti tahapan diklat.
Peserta diklat angkatan IV ada 80 peserta dibagi 2 kelas. Dengan rincian, Palembang 12 peserta, Banyuasin 11, Lubuklinggau 5, OKU 2, Ogan Ilir 3, Lahat 10, Muba 5, OKUT 3, OKUS 9, Muratara 1, Muara Enim 8, OKI 2, Prabumulih 9.
“Nah, untuk peserta yang telah mengikuti diklat sampai tahun 2018, ada 320 orang hingga angkatan keempat ini. Peserta yang telah lulus seleksi akademik dan belum didiklatkan, sebanyak 41 orang” terangnya,
Diklat ini terdiri dari tiga tahapan kegiatan. Pertama, in service learning satu (IN-1), ada 70 jam. Kedua, on the job learning (OJl) 3 kali 200 jam. Ketiga, in service learning dua (IN-2) ada 30 jam. Antara kegiatan IN-1 dan IN-2 disebut on the job learning dengan tujuan agar mereka kembali ke sekolah selama 200 jam, 150 jam kembali ke sekolah masing-masing dan 50 jam ke sekolah magang.
Setelah mengikuti kegiatan on the job learning tiga, peserta akan melakukan observasi lapangan (OL) ke sekolah unggulan atau sekolah percontohan di Pulau Jawa. “Kegiatan ini wajib diikuti seluruh kepala sekolah maupun calon kepala sekolah,” tukasnya. (nni/nan/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!