Keistimewaan Yerusalem

Nazarudin Rahman

Oleh: Nazarudin Rahman*

Yerusalem atau Yerushalayim dalam bahasa Ibrani dan al-Quds dalam bahasa Arab merupakan salah satu kota tertua di dunia. Di masa lalu, kota ini pernah ditaklukan, dihancurkan dan dibangun kembali selama beberapa kali dan meninggalkan sebuah bagian berbeda. Kota ini memiliki arsitektur bersejarah, dan terdapat pembagian “wilayah” bagi Kristen, Muslim, Yahudi dan Armenia. Dikelilingi oleh tembok batu dan menjadi lokasi situs-situs suci di dunia. Setiap bagian mewakili populasinya sendiri. Kristen memiliki dua “wilayah” karena orang Armenia juga Kristen, dan wilayah mereka paling kecil diantara yang lain, yang menjadi Pusat Armenia tertua di dunia. Menjadi unik karena komunitas mereka telah mempertahankan budaya sendiri dan peradaban di dalam Gereja St James Church dan Biara.
Yerusalem, nama itu bergema di hati umat Kristen, Yahudi dan Muslim. Selama beberapa abad berbagi area dan sejarah perselisihan.
Yerusalem dan Masjidil Aqsha
Yerusalem itu suci bagi umat Islam karena dua alasan. Kota ini adalah kiblat pertama yang dihadapi oleh umat Islam selama ibadah sholatnya, dan merupakan tempat yang dianggap sebagai salah satu mukjizat terbesar yang dilakukan oleh Nabi Muhammad: Mikraj, perjalanan malam dari Mesjid Haram di Mekkah menuju Mesjid Aqsha di Yerusalem, kenaikannya ke langit, dan kembali lagi ke Mesjid Haram. Alquran menerangkan kejadian ini sebagai berikut: ”Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Surat Al-Isra’ (17) ayat 1.
Dalam wahyu-wahyu Alquran kepada Nabi SAW, sebagian besar ayat-ayat yang berkesesuaian mengacu kepada Palestina sebagai “tanah suci, yang diberkati.” Surat Al-Isra’ (17) ayat 1 menggambarkan tempat ini, yang di dalamnya ada Mesjid Aqsha sebagai tanah “yang Kami berkati disekelilingnya.” Dalam Alquran Surah al-Anbiyaa’ (21) ayat 71, yang menggambarkan keluarnya Nabi Ibrahim dan Luth, tanah yang sama disebut sebagai “tanah yang Kami berkati untuk semua makhluk.” Pada saat bersamaan, Palestina secara keseluruhan penting artinya bagi umat Islam karena begitu banyak nabi Yahudi yang hidup dan berjuang demi Allah, mengorbankan hidup mereka, atau meninggal dan dikuburkan di sana. Karena itu, tidaklah mengherankan dalam 2.000 tahun terakhir, umat Islam telah menjadi satu-satunya kekuatan yang membawa kedamaian kepada Yerusalem dan Palestina, yaitu dari era Umar Bin Khattab, khalifah kedua, Salahuddin al-Ayyubi dan Dinasti Ottoman yang diselingi oleh Perang Salib dan fragmen alih kekuasaan lainnya.
Pada 637 ketika Umar Bin Khattab, khalifah kedua membebaskan Palestina. Pemimpin muslim ini masuk dengan menunjukkan toleransi, kebijaksanaan, dan kebaikan kepada penduduk daerah ini, tanpa membeda-bedakan agama mereka menandai awal dari sebuah zaman baru yang indah. Era ini menjadi titik balik penting dalam sejarah Palestina. Karena setelah masa ini daerah ini berada di bawah kendali kaum Muslimin. Peristiwa ini mendatangkan perdamaian dan ketertiban bagi Palestina, yang selama berabad-abad telah menjadi tempat perang, pengasingan, penyerangan, dan pembantaian. Apa lagi, setiap kali daerah ini berganti penguasa, seringkali menyaksikan kekejaman baru. Di bawah pemerintahan Muslim, penduduknya, tanpa melihat keyakinan mereka, hidup bersama dalam damai dan ketertiban.
Yerusalem kembali ke dalam kehidupan yang mencekam setelah terjadinya Perang Salib sampai Salahuddin al-Ayyubi merebutnya kembali dari penguasa yang dzalim saat itu.
Karen Armstrong menggambarkan penaklukan keduakalinya atas Yerusalem ini dengan kata-kata berikut ini: “Pada 2 Oktober 1187, Salahuddin dan tentaranya memasuki Yerusalem sebagai penakluk dan selama 800 tahun berikutnya Yerusalem tetap menjadi kota Muslim. Salahuddin menepati janjinya, dan menaklukkan kota tersebut menurut ajaran Islam yang murni dan paling tinggi. Dia tidak berdendam untuk membalas pembantaian tahun 1099, seperti yang Alquran anjurkan (An-Nahl:127)
Setelah penaklukan Sultan Salim atas Yerusalem dan sekitarnya pada 1514, masa kedamaian dan keamanan selama 400 tahun dimulai di tanah Palestina. Pada 1514, Sultan Salim menaklukkan Yerusalem dan daerah-daerah sekitarnya dan sekitar 400 tahun pemerintahan Ottoman di Palestina pun dimulai. Seperti di negara-negara Ottoman lainnya, masa ini menyebabkan orang-orang Palestina menikmati perdamaian dan stabilitas meskipun kenyataannya pemeluk tiga keyakinan berbeda hidup berdampingan satu sama lain. Dinasti Ottoman membawa perdamaian, ketertiban, dan toleransi kemana pun ia pergi. Sejarah Islam, yang mencerminkan akhlak yang Allah ajarkan kepada umat Islam dalam Alquran penuh dengan penguasa-penguasa yang adil, berkasih sayang, rendah hati, dan bijaksana.
Dalam membicarakan kota Jerusalem atau Baitul Maqdis, tentu tak terlepas dari Masjidil Aqsa yang terdapat di dalamnya. Ada beberapa hadist dan ayat Alquran yang patut kita ketahui, diantaranya adalah: dari Abu Dzar Radhiyallahu‘anhu beliau berkata “Aku bertanya, “Wahai, Rasulullah. Masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Beliau menjawab, “Masjidil Haram”. Aku bertanya lagi : Kemudian (masjid) mana?” Beliau menjawab, “Kemudian Masjidil Aqsha”. ….[HR Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Dzar]. Sehingga dari hadist ini, bisa disimpulkan bahwa Masjidil Aqsa adalah masjid atau rumah ibadah kedua yang dibangun di dunia setelah Masjidil Haram.
Berikutinya pada Surah Al-Isra’, ayat 1: “Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. Dalam beberapa literatatur dijelaskan Masjidil Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya. Sementara kata “Aqsa” dalam Masjidil Aqsa berarti “jauh”. Jadi Masjidil Aqsa adalah masjid yang jauh. Setelah peristiwa ini, umat Muslim shalat menghadap ke Masjidil Aqsa selama 16-17 bulan, sebelum akhirnya turun surat Al Baqarah ayat 144 yang artinya, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu kearahnya”.
Dari itu semua, dapat dipahami Masjidil Aqsa merupakan tempat suci ketiga bagi Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid Aqsa dikelola oleh yayasan Islam Waqf. Umat Muslim yakin Nabi Muhammad ke Yerusalem dari Mekkah ketika melakukan perjalanan malam yang disebut Isra Mi’raj. Diyakini pula di Masjid Aqsa, Nabi Muhammad salat bersama dengan roh seluruh nabi. Dan di dekat tempat suci Dome of the Rock, terdapat batu yang dipercaya umat Muslim, merupakan tempat yang dipijak nabi sebelum melakukan perjalanan ke surga. Umat Muslim mengunjungi situs suci tersebut sepanjang tahun, tetapi setiap Jumat pada bulan Ramadhan, ratusan ribu umat Muslim melakukan salat di masjid.
Demikian keistimewaan Yerusalem atau Baitul Maqdis bagi umat Islam. Dari sini yang perlu direnungkan tentang Jerusalem atau Baitul Maqdis adalah, mengapa Rumah Allah kedua didirikan di sini? Mengapa Nabi Musa diperintahkan Allah membawa Bani Israil ke tanah ini? Mengapa Nabi Muhammad SAW dibawa dulu ke sini baru di’Mi’rajkan’ ke Sidratul Muntaha utk bertemua Sang Maha Pencipta? Kenapa tidak dari Makkah langsung ke Sidratul Muntaha? Mengapa Rasul meminta umatnya agar mengutamakan pergi ke Masjidil Aqsa ini (selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) sebelum pergi ke tempat lain? Mengapa sejak dahulu, berbagai bangsa datang untuk berperang memperebutkan tempat ini? Mengapa semua manusia akan dikumpulkan di tempat ini datangnya hari Kiamat? Tentu semua ini adalah rahasia Allah yang logika kita masih sangat terbatas dalam menjawabnya. (**)

* Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!