Kejar Target, INASGOC Gerilya Dana Sponsor

Ketua INASGOC Erick Thohir menjelaskan, pasokan dana dari perusahaan isotonik itu belum menutup seluruh kebutuhan penyelenggaraan Asian Games 2018. Menurutnya, kebutuhan dana tidak termasuk biaya atlet dan venue, INASGOC butuh pasokan dana sebesar Rp8,7 triliun tapi disetujui Rp5,6 triliun. Foto: ist

JAKARTA – Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) mendapatkan suntikan dana segar dari sponsor internasional. Nilainya mencapai USD 7 juta atau setara dengan Rp94,8 miliar (USD1 = Rp13.551) dimana Rp27,1 miliar berupa barang. Dana sebanyak itu diperoleh setelah INASGOC menjalin kerja sama dengan perusahaan isotonik, Pocari Sweat. Kerja sama keduanya ditandai dengan penandatanganan MoU di Wisma Serba Guna Senayan atau kantor INASGOC selasa siang (14/11).

Ketua INASGOC Erick Thohir menjelaskan, pasokan dana dari perusahaan isotonik itu
belum menutup seluruh kebutuhan penyelenggaraan Asian Games 2018. Menurutnya,
kebutuhan dana tidak termasuk biaya atlet dan venue, INASGOC butuh pasokan dana
sebesar Rp8,7 triliun tapi disetujui Rp5,6 triliun. “Target kami, dana dari sponsor
bisa mencapai Rp1,1 triliun. Sejauh ini, selain Pocari, ada juga kerja sama dengan
361 degree, dan Tissot. Seluruhnya dari luar negeri. Sementara dari perusahaan
swasta nasional masih gelap,” ungkapnya.

Sementara ini, dana non APBN didapatkan dari BUMN. Sementara ini ada enam BUMN yang
sudah komitmen kucurkan dana kepada INASGOC. Keenam BUMN yang menjadi sponsor
prestige Asian Games 2018 antara lain PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT
Telekomunikasi Seluler Indonesia (Telkomsel) Tbk, PT Bank Negara Indonesia
(Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Bank Mandiri (Persero), dan PT
Pertamina (Persero). Mereka memasok total dana sebesar Rp500 miliar.

“Saya belum bisa katakan berapa dana dari sponsor. Saya baru bisa katakan totalnya
awal tahun depan karena masih banyak perusahaan yang sedang on progres melakukan
kerja sama dukung Asian Game,” jelasnya.

Untuk kerja sama dengan Pocari, Erick menjelaskan jika perusahaan isotonik itu akan
menyuplai minuman selama Asian Games sejak kerja sama diteken. Status mereka
ekslusif. Artinya, selama pelaksanaan Asian Games tidak boleh ada minuman isotonik
lain. Terlebih produk dari Otsuka ini sudah berkiprah lama di ajang Asian Games.
Pocari tercatat sudah menjadi sponsor resmi Asian Games selama empat kali, mulai
Asian Games 1998 di Bangkok, 2002 di Busan, lalu Doha 2006, dan Incheon 2014.

“Kebanggaan bagi kami bisa menjadi sponsor resmi pada ajang Asian Games 2018 Jakarta – Palembang. Produk yang bisa dikonsumsi langsung itu dapat mendukung performa dan kinerja atlet dalam mencapai prestasi terbaiknya,” terang Yoshihiro Bando, Presiden Direktur PT Amerta Indah Otsuka, afiliasi dari Otsuka Pharmaceutical di Indonesia. (adv/kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!