Keluhkan Konvoi Truk

KONVOI: Truk pengangkut barang bertonase besar saat ini sering terlihat konvoi di Jalintim. Ini menyebabkan laju arus lalu lintas tersendat. Foto: Akda/Sumeks

BANYUASIN – Pengendara roda empat dan roda dua yang melintasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung mengeluhkan aksi konvoi kendaraan bertonase berat menjelang arus mudik Lebaran ini. Sebab, kemacetan panjang terjadi setiap hari di Jalintim, terutama di wilayah KM 13 hingga KM 25.

“Waduh, Mas, menjelang arus mudik ini Jalintim mulai padat, terutama kendaraan truk dari luar Sumsel menuju Jambi, Medan, dan lain sebagainya,” ujar Unang, warga Pangkalan Balai, kemarin (15/6).

Ia tidak mempermasalahkan padatnya kendaraan truk dari luar Sumsel itu apalagi angkutan sembako. Namun, ia menyayangkan kendaraan truk bertonase berat itu acapkali konvoi saat melalui Jalintim. “Akibat konvoi itu, kendaraan lain tidak berani memotong jalur. Setelah konvoi hingga 3-4 kendaraan,” jelasnya.

Kendaraan pribadi roda empat dan roda dua, melaju merayap alias perlahan-lahan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. “Kalau potong asal-asal, bisa bahaya,” tukasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Perhubungan Banyuasin dan Satlantas Polres Banyuasin menindak kendaraan truk yang konvoi tersebut. “Berikan teguran atau imbauan sehingga dapat antisipasi kemacetan,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Banyuasin Supriadi mengatakan, pihaknya sulit mencegah dan melarang kendaraan truk itu melintasi Jalan Lintas Timur Palembang-Betung.

Apalagi kondisi Jalintim diketahui memang sudah tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas terutama pada arus mudik ini. “Jalan sempit, tapi jumlah kendaraan terus bertambah,”ungkapnya.

Pihaknya hanya dapat mengimbau kepada pengendara truk agar dapat bepergian pada malam hari hingga subuh. “Di saat kendaraan sedang sepi, jadi mereka dapat setop sementara waktu. Kemudian melanjutkan kembali perjalanan,” pungkasnya. (qda/lia/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!