Kemas Fandi Empati pada Korban Kebakaran Kuto

BANTUAN: Kms Muhamad Fandi Pratama Putra saat memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Kuto, Rabu lalu (5/9). Foto: Kemas/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Bencana kebakaran yang dialami oleh sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni 12 rumah di Lrg Sepakat 1 RT 15 Kelurahan Kuto Batu Kecamatan Ilir Timur (IT) II pada Kamis (30/8) lalu menyisakan nestapa dan kepedihan mendalam.

Empati dan kepedulian akan nasib korban kebakaran yang sebagian besar berprofesi sebagai pekerja informal dengan penghasilan pas-pasan inipun terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya datang dari Direktur Utama (Dirut) 1001 Insan Travel Umroh dan Haji Plus Kms Muhamad Fandi Pratama Putra,S.Kom,CWM yang juga bakal calon anggota legialatif (bacaleg) DPR RI Dapil Sumsel 1 asal Partai NasDem.

Fandi datang dengan didampingi perangkat Kelurahan Kuto Baru dan Ketua RT 15 dan timsesnya pada Rabu (5/9) siang menyambangi lokasi kebakaran sekaligus berinteraksi langsung dengan para korban kebakaran.

“Tidak ada seseorangpun yang menginginkan musibah ini terjadi. Namun yang terpenting semoga para korban kebakaran ini diberikan kesehatan dan kekuatan untuk bangkit sekaligus melanjutkan kehidupan ke depan,” imbuh Fandi disela-sela kunjungan.

Tak hanya itu, pria yang juga seorang wirausahawan muda ini turut memberikan santunan bagi ke-50 KK yang diharapkan dapat sedikit membantu meringankan beban para korban.

“Bantuan ini yang semoga saja bisa dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, selain bahan kebutuhan pokok yang sudah cukup banyak diberikan, mohon jangan dilihat dari nominalnya. Ini bukti kepedulian kami pada sesama yang tengah mengalami misibah,” imbuh Fandi didampingi salah seorang anggota timsesnya, Kms Dhimas, Rabu (5/9).

Sebelumnya, masih di lokasi yang sama Fandi bersama timsesnya juga telah membagi-bagikan sebanyak 150 bungkus nasi yag dibagi-bagikan kepada warga korban kebakaran.

Salah seorang warga korban kebakaran, Ana (47) menyampaikan terima kasih bantuan yang diberikan ini yang bakal dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“Rumah saya habis terbakar tak ada barang yang bisa diselamatkan, sekarang saya dan keluarga menumpang di rumah kerabat. Ndak tau sampai kapan,” ungkap Ana dengan raut muka haru ketika mengenang insiden kebakaran yang meluluhlantakkan rumahnya ini.(kms)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!