Kemenangan Dramatis

BANGKIT LAGI: Airlangga Sucipto, penyerang SFC (tengah) selebrasi bersama Hilton Moreira dan Hafit Ibrahim usai bobol gawang PS TNI pada laga ke-14 Liga 1 2017 di Stadion Gelora Sriwijaya, jakabaring, Jumat (14/7). malam. Foto:Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Rekor buruk Sriwijaya FC akhirnya putus. Setelah gagal memetik hasil maksimal di dua pertandingan terakhir, tim berjuluk Laskar Wong Kito kembali sukses dulang kemenangan.

Menjamu PS TNI di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), tadi malam (14/7), pasukan Hartono Ruslan menang dengan skor 2-1 (0-0). Victory yang cukup dramatis. Mengingat Hilton Moreira bersama kolega justru tertinggal lebih dulu menit pada 74 oleh gol Roni Sugeng Aryianto.

Klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini mampu membalas lwat gol Airlangga Sucipto pada 81, dan gol penentu kemenangan diciptakan Hilton Moreira enam menit jelang bubaran.

Meski menang, klub pemilik titel double winner tersebut saat ini masih tidak beranjak di posisi 15 klasemen sementara Liga 1 2017 dengan koleksi 17 poin. Sedangkan kekalahan PS TNI juga tak membuat mereka beranjak dari posisi 13, dengan poin 19.

“Aku terima kasih pada pemain, soal hasil pertandingan malam ini. Saya tidak mau terlau banyak kata, aku mau nikmati kemenangan dulu malam ini, biar mental anak-anak terangkat dulu dengan kemenangan ini,” ujar Hartono dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.

Mengenai skuat Jakabaring yang terbilang lambat panas di laga ini, Hartono mengaku anak asuhnya sedikit kebingungan dengan beberapa keputusan wasit yang dianggap tabu. Itu bukan hanya pada beberapa keputusan untuk tim jersey kuning, tetapi juga PS TNI.

Baca Juga :  Santai Liga 1 Diundur

“Tetapi saya terus bilang pada pamain untuk tenang. Mereka paham, mereka terus berjuang dengan fighting spirit-nya luar biasa, dan kemenangan itu akhirnya didapat. Jadi bisa dibilang, kemenangan ini kuncinya ketenangan pemain,” jelas pelatih asal Solo itu.

“Karena anak-anak sudah bertekat malam ini (tadi malam, red), sudah sepakat untuk menang. Tidak ada pilihan lain. Terima kasih juga pada suporter yang sudah memberikan semangat tiada henti,” tambahnya.

Hartono sempat mengubah beberapa skema taktik, tepatnya saat Sriwijaya FC tertinggal. Menit 80, Airlangga masuk untuk menggantikan Ichsan Kurniawan. Taktik yang manjur, lantaran Ronggo, sapaan Airlangga yang masuk dengan sentuhan pertama langsung cetak gol.

“Benar, tertinggal membuat anak-anak justru ingin bangkit. Gol Airlangga memang benar-benar langsung membuat mental semakin naik, akhirnya kita bisa tambah gol lewat Hilton,” tuturnya.

“Saya juga harus bicara, kalau Hafit Ibrahim anak yang luar biasa. Kerja keras sekali malam ini. Ichsan juga main bagus, tetapi terpaksa diganti karena kita butuh support untuk lini depan,” jelasnya.

Sementara itu, Hiton Moreira, striker Sriwijaya FC, juga mengaku senang bisa mengatarkan gol kemenangan untuk tim. Apalagi legiun asal Brasil ini tahu betul jika tim, saat ini sedang berjuang betul untuk naik ke papan klasemen.

Baca Juga :  Kuis Hadiah Rumah, Tingkatkan Gairah Dukung Sriwijaya

“Kita harga mati malam ini. Kami tahu suporter sedang protes. Kami harus terima juga karena itu suntikan semangan untuk saya sendiri. Jadi, saya juga harus buktikan di lapangan. Kalau kami menang, mereka tentu akan support kami lagi,” jelas striker nomor punggung 10 itu.

Di sisi lain Presiden Sriwijaya FC, H Dodi Reza Alex Noerdin mengaku senang Laskar Wong Kito bisa meraih kemenangan. Namun Bupati Musi Banyuasin ini masih belum puas melihat performa Hilton Moriera dan kawan-kawan. “Saya pikir masih harus lebih baik lagi ke depannya,” terang DRA, sapaan akrabnya.

Mantan anggota DPR-RI ini mengaku ikut tegang melihat pertandingan. Walaupun pria berkacamata ini sejatinya tidak menyaksikan laga secara langsung di stadion. “Ya, saya hanya nonton lewat gadget. Kebetulan saat pertandingan saya dalam perjalanan dari Sekayu menuju Palembang,” terang suami Thia Yufada ini.

Meski demikian, putra sulung Gubernur Sumsel H Alex Noerdin ini tetap memberikan apresiasi pada para pemain, jajaran pelatih dan ofisial. “Mereka sudah bekerja keras. Kita tetap bangga dengan perjuangan mereka. Kami juga ucapkan terima kasih banyak pada suporter yang selalu setia mendukung tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini,” tukas dia.

Baca Juga :  Kejar Mimpi 26 Tahun

Terpisah, Eddy Ismail ketua S-Man mengaku senang Sriwijaya FC bisa move on. “Sekarang tinggal bagaimana menjaga konsistensi. Harapan kami bisa menang lagi pada laga selanjutnya hadapi Bali United (19/7),” kata Eddy, sapaan akrabnya.

Eddy menilai permainan Laskar Wong Kito sudah cukup baik. Terutama setelah kebobolan. “Saya kira tidak ada yang perlu diragukan lagi. Tinggal bagaimana memompa semangat pemain saja. Secara umum semua pemain bermain bagus,” pungkas dia.

Sementara itu, Ivan Kolev pelatih PS TNI berpendapat jika timmnya sebenarnya tidak pantas untuk kalah. Karena dari segi permainan, kedua tim berjalan seimbang. “Cuma kami memang selalu dalam situasi berbahya depan gawang ketika berasal dari crossing. Baik itu sayap, corner, atau bola mati. Akhirnya kami gagal antisipasi dan gol,” jelas Kolev.

“Saya sangat khawatir, karena setiap game kami kalah gol menit akhir. Ini problem besar ke depan dalam hal konsentrasi, kami kalah dalam antisipasi bola atas,” tambah mantan pelatih Sriwijaya FC ini.

Selebihnya, pelatih asal Bulgaria ini tetap memberi selamat pada tim Sriwijaya FC, yang sudah berhasil meraih kemenangan. “Ini evaluasi kami, untuk menghadapi game ke depan,” pungkasnya. (cj11/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!