Kemenlu AS Ralat Pernyataan Singapura bagian dari Malaysia

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berjalan bersama Jenderal AS Vincent K. Brooks, komandan Pasukan Amerika Serikat, setibanya di Pangkalan Udara Osan di Pyeongtaek, Korea Selatan. Foto: Jung Yeon-je / Pool via REUTERS

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat membuat kesalahan saat menerbitkan transkrip jumpa pers Menteri Luar Negeri Mike Pompeo di situs resminya. Dalam transkipnya, AS menyebut Singapura masih bagian dari Malaysia.

Lokasi konferensi pers yang tertera dalam situs tersebut adalah ‘JW Marriot, Singapura, Malaysia’. Padahal, Singapura bukan bagian dari Malaysia. Sontak hal itu memicu protes dari warga Singapura yang tidak terima.

Namun setelah menyadari kekeliruan tersebut, Kementerian Luar Negeri AS langsung memperbaikinya. Kini di situs resminya, referensi Malaysia telah dihapus dari lokasi konferensi pers yang sebelumnya disebutkan, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (13/6).

Sebagaimana diketahui, Singapura bergabung dengan Malaya dan dua negara bagian di Borneo untuk membentuk federasi Malaysia pada 1962. Namun pada 1965 Singapura berpisah dari Malaysia dan membentuk Republik Singapura.

Singapura sendiri menjadi tempat pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Keduanya dipertemukan di Hotel Capella, Pulau Sentosa, kemarin untuk membuat beberapa kesepakatan. (As/int)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!