Kena Denda Tilang Rp1 Miliar

561

BATURAJA – Beberapa pengendara kaget bukan kepalang saat akan menebus denda tilang elektronik. Setelah mendapat tilang pada razia rutin yang digelar Satlantas Polres OKU, Kamis (6/4).

Mengapa tidak, saat akan menebus denda tilang tercantum Rp1 miliar. Padahal mereka seharusnya membayar sesuai dengan pasal yang dikenakan dengan biaya bervariasi. Mulai kisaran Rp40 ribu hingga Rp80 ribu.

Akibatnya, mereka menunda melakukan pembayaran. Dan memilih melapor ke Satlantas Polres OKU. Untuk memastikan besaran denda. Pihak kepolisian mengatakan dendanya sesuai pasal. Nominalnya hanya sekitar puluhan ribu rupiah.

“Ada sekitar lima orang yang melapor ke kami. Mereka menunda denda tilang karena nominalnya mencapai Rp1 miliar. Ada juga tertera semuanya hanya angka 99999999,” ujar salahsatu petugas Satlantas, Kamis (6/4).

Kapolres OKU, AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari melalui KBO Satlantas, Iptu Marjuni mengaku kaget mendapat laporan dari warga yang terkena tilang dengan dendanya mencapai Rp1 miliar.

“Sudah ada laporannya. Namun kami pastikan ada gangguan server. Karena kami ada aturannya denda maksimal tilang tidak boleh lebih dari yang sudah diatur dalam undang-undang,” ujar Iptu Marjuni.

Dia menambahkan, jika denda tilang kemarin tidak ada yang lebih dari Rp100 ribu. “Dendanya sesuai dengan pasal yang dilanggar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ini Denda Telat Melapor SPT

Kejadian tersebut menurutnya baru kali ini terjadi. Pihaknya meyakini jika hal tersebut disebabkan oleh gangguan teknis. Bukan dilakukan secara sengaja. Karena polisi tugasnya melakukan penilangan saja, untuk pembayaran dendanya dilakukan di bank.

“Kemungkinan sistemnya yang error karena ada gangguan jaringan server. Dari yang kami tilang ada beberapa orang yang gagal. Sisanya berhasil. Untuk itu tadi kami tunda dulu untuk pembayaran yang error. Jika sistemnya sudah baik baru dibayar,” tambahnya.

Sementara itu, Sulastri Bagian Operasional Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Baturaja mengaku memang terjadi trouble karena ada gangguan sistem. Namun pihaknya belum bisa memastikan apakah gangguan sistem tersebut terjadi pada sistem polisi, jaksa atau dari pihaknya sendiri.

“Tapi sore ini (Kemarin) sudah benar lagi dan sudah bisa dilakukan pembayaran. Banyak yang berhasil melakukan pembayaran. Memang jika ada gangguan muncul angka 9 semua,” pungkasnya. (Gsm/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!