Kenaikan Inflasi Tak Bisa Dihindari

PALEMBANG – Jelang Lebaran ini merupakan puncak terjadinya inflasi. Oleh karena itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel bakal lebih mengintensifkan koordinasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
“Inflasi akan cukup tinggi, angkanya bisa di atas 1 persen. Itu tak bisa dihindari. Sebab, dalam tiga tahun terakhir rata-rata mencapai 1,06 persen,” kata Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumsel, Hari Widodo saat berbuka bersama awak media di Arista Hotel, kemarin (14/6).
Pihaknya berupaya menurunkan tingkat inflasi. Caranya dengan memastikan keseimbangan antara pasokan dan permintaan bahan kebutuhan pokok. Apalagi, ada lonjakan konsumsi selama ini.
“TPID telah memetakan kabupaten/kota yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Contohnya seperti Lubuklinggau dan Palembang karena biasanya mengalami inflasi lebih tinggi dibanding daerah lai,” ungkapnya.
Kepala Perum Bulog Sub Divre Sumsel Babel, Bakhtiar menuturkan, sudah menjadi tren setiap tahunnya jika terjadi peningkatan konsumsi selama momen ini. Seperti kebutuhan daging. “Ada kenaikan 1 persen untuk konsumsi daging beku. Artinya masyarakat memahami daging beku kualitasnya sama dengan daging segar,” ungkap dia.
Selain itu, pihaknya sendiri sudah menyiapkan operasi pasar di 193 titik tersebar di Sumsel, baik di sejumlah pasar tradisional maupun di permukiman warga. “Masyarakat juga jangan khawatir akan ketersediaan kebutuhan pokok. Khususnya yang dimiliki Bulog. Seperti, bawang putih, merah, minyak goreng, tepung, telur dan beras,” pungkas dia. (rip/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!