Kependudukan dan Distribusi Penyerapan Tenaga Kerja

Oleh:

Rika Yurista

JUMLAH penduduk di Kabupaten Lahat sebanyak 397.424 jiwa (2016, BPS). Kabupaten Lahat tergolong dalam piramida penduduk yang berstruktur usia berada pada tahap transisi antara penduduk muda menjadi penduduk tua.

Hal ini karena proporsi penduduk mudanya (0-14 tahun) saat ini sudah lebih rendah dari 40 persen, tetapi proporsi penduduk usia tuanya (> 65 tahun) masih kurang dari 6 persen. Jika dilihat dari pola itu Lahat masih mempunyai potensi besar sebagai pemasok angkatan kerja dan juga bisa menjadi pemasok bukan angkatan kerja.

Angkatan kerja di Kabupaten Lahat (2015, BPS) adalah sebanyak 206.374 orang (123.350 laki-laki; 83.024 perempuan). Ini berarti bahwa potret angkatan kerja di Lahat sebagian besar adalah laki-laki daripada perempuan dengan angka perbandingan hampir 6:4.

Berbicara angkatan kerja yang dibahas adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran.
Porsi penduduk usia kerja (angkatan kerja) pada interval usia 25-29, 30-34, 35-39 tahun merupakan yang paling tinggi di Lahat dan umumnya mereka berada pada usia produktif untuk bekerja atau sudah menamatkan jenjang pendidikannya setara sarjana/diploma.

Terlebih lagi jika dilihat dari interval usia 25-29 tahun yang biasanya banyak terdapat new entrance pada dunia kerja. Setelah lulus dari pendidikan tinggi, lapangan kerja siap diperebutkan oleh para pencari kerja sehingga memaksa Kabupaten Lahat harus bersiap untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Dengan besarnya komposisi penduduk pada usia tersebut tidak dapat dihindari penyediaan lapangan pekerjaan harus sebanding dengan penduduk usia kerja yang siap masuk angkatan kerja.

Baca Juga :  Bupati ini Terima Penghargaan Pendidikan

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (2015, BPS) jenis pekerjaan utama masyarakat di Lahat didominasi tenaga usaha di sektor pertanian. Lebih dari sebagian penduduk Lahat yang bekerja tiap tahunnya diatas 50 persen merupakan tenaga usaha pertanian. Idealnya dari sisi kontribusi ketenagakerjaan, sektor bergerak fluktuatif atau cenderung meningkat.

Namun untuk sektor Pertanian semakin lama semakin merosot persentasenya, yaitu 63,71 persen (2014) menjadi 59,96 persen (2015). Ini menunjukkan Kabupaten Lahat secara absolut jumlah orang yang bekerja di sektor pertanian lebih banyak dibandingkan sektor lapangan pekerjaan lainnya, namun jika dilihat dari kontribusinya terhadap penyumbang pekerja dari seluruh sektor lapangan pekerjaan, sektor pertanian semakin lama semakin tidak diminati. Pekerja yang jumlahnya terus merangkak naik namun tidak diiringi oleh peningkatan kontribusi pekerja di sektor tersebut.

Data tentang distribusi sektoral penyerapan tenaga kerja dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk melihat kemampuan sektor-sektor ekonomi dalam menyerap tenaga kerja dan juga sebagai tolak ukur kemajuan perekonomian di Lahat.

Tahapan kemajuan perekonomian di Lahat mengalami transisi, dari daerah tradisional menuju daerah industri, salah satunya ditandai dengan adanya transformasi sektoral tenaga kerja dari sektor primer dengan produktivitas rendah ke sektor-sektor dengan produktivitas lebih tinggi yaitu sektor sekunder dan sektor tersier. Sehingga, persentase tenaga kerja di sektor primer akan menurun dan sebaliknya pada sektor sekunder dan sektor tersier akan meningkat.

Baca Juga :  Luar Biasa... Kades ini Terjaring OTT Rp123 Juta

Di beberapa tahun terakhir ini tampak dominasi sektor agriculture semakin menurun 67,57 persen (2012) menjadi 64,74 persen (2015). Sedangkan untuk sektor manufactures berfluktuatif dan sektor services semakin meningkat sebesar 30,42 persen. Transisi struktur pekerjaan dan perekonomian di Kabupaten Lahat sedang berlangsung. Gambaran modernisasi dan kemajuan masyarakat di Kabupaten Lahat sedang merebak.

Penduduk yang mulanya mayoritas adalah pekerja pertanian bergeser ke sektor modern seperti industri, perdaganga dan jasa. Transisi ini tidak mungkin dihindari karena tuntutan globalisasi. Tetapi tidak serta merta kita mengiyakan proses ini terjadi karena masih banyak faktor yang harus dihubung-hubungkan agar bisa ditinjau secara menyeluruh.

Jika kita hubungkan lagi dengan penyerapan ketenagakerjaan, faktanya kebutuhan akan lapangan pekerjaan yang semakin meningkat terlebih lagi untuk sektor pekerja formal. Namun, kesempatan kerja di sektor formal dirasakan tidak sesuai jumlah yang diminta dengan jumlah tenaga kerja yang ditawarkan oleh para pencari kerja.

Jangankan pertambahan angkatan kerja dapat terserap dalam lapangan kerja, pengangguran yang cukup banyak saja belum tertampung. Pengangguran maupun pertambahan angkatan kerja lebih cepat dibandingkan pertumbuhan kesempatan kerja yang ada. Dimana kita ketahui angka pengangguran Kabupaten Lahat terkini sebesar 4,26 persen (2015, BPS).

Baca Juga :  Hati-hati!!! Kanker Serviks Serang Wanita

Proporsi sektor informal sangat dominan di Kabupaten Lahat, sekitar 69,27 persen pekerja bekerja di sektor informal. Sedangkan sisanya 30,73 persen yang bekerja disektor formal. Karakteristik wilayah di Kabupaten Lahat sektor formal belum banyak diciptakan dan dibuka. Masyarakat di Kabupaten Lahat masih cenderung bekerja disektor informal.

Di Lahat pekerja sektor informal mayoritas berada pada sektor Agriculture (pertanian) (92,75 persen). Kabupaten Lahat memang tergolong sebagai daerah agraris, hal ini dilihat dari sumbangan sektor pertanian terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) relatif masih dominan. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB di tahun 2016 menduduki posisi tertinggi ke dua (19,65 persen) setelah sektor pertambangan dan penggalian (34,94 persen).

Kontribusi hanya sekitar 19,65 persen, padahal penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian di Lahat merupakan paling banyak diantara pekerja sektor lainnya. Hal ini membuktikan walaupun dapat penyerapan tenaga kerja tinggi namun jika output yang dihasilkan rendah maka produktivitasnya akan tetap rendah. Jika kita telaah, kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB ini semakin lama semakin menurun tiap tahun. Sebaliknya, sektor perdagangan besar dan eceran, konstruksi, industri pengolahan dll cenderung meningkat. Ini sejalan dengan fenomena penyerapan tenaga kerja sebelumnya.

*)Penulis adalah Kasi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Kabupaten Lahat

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!