Keseringan Gunakan Smartphone Picu Depresi

HARUS ISTIRAHAT: Berlama-lama menggunakan ponsel pintar dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Foto: Irwansyah/Sumatera Ekspres

Era digital membuat masyarakat tak bisa lepas dari gadget seperti smartphone dan notebook. Kesibukan dan mobilitas yang tinggi pada akhirnya membawa dampak bagi seseorang untuk sulit berada di rumah atau diam di suatu tempat dengan waktu yang lama.
Pada akhirnya, mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi semisal ponsel pintar untuk dapat mencari dan mengetahui segala jenis informasi terbaru yang mereka inginkan.
Parahnya lagi, penggunaan ponsel pintar kini lebih banyak didominasi oleh anak-anak dan remaja, disusul oleh orang dewasa yang memang benar-benar menggunakannya untuk menunjang keperluan pekerjaan mereka.
Namun tanpa disadari, tahukah jika berlama-lama menggunakan ponsel pintar, baik untuk aktivitas pekerjaan sehari-hari maupun sekadar bermain atau update sosial media ternyata dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan.
Baru-baru ini ilmuan dari Korea Selatan melakukan riset mengenai dampak penggunaan ponsel pintar dan hasilnya mengejutkan. Dilaansir dari Ubergizmo, Dr. Hyung Suk Seo yang merupakan ilmuan Neuroradiologi dari Universitas Korea di Seoul, Korea Selatan menemukan bahwa remaja yang kecanduan ponsel pintar, memiliki skor lebih tinggi dalam hal depresi, kegelisahan, insomnia, dan impulsif.
Pemeriksaan lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa dibandingkan dengan penggunaan ponsel pintar secara wajar, remaja yang mengalami kecanduan ponsel pintar memiliki rasio Asam Gamma Aminobutyric (GABA) yang lebih tinggi, terhadap glutamat glutamin di korteks anterior cingulate mereka.
Imbasnya menyebabkan gangguan di otak yang ditandai dengan depresi berlebih, rasa gelisah, dan emosional yang meningkat. Sementara studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami implikasi dari temuan tersebut, Dr. Seo mengatakan, “Tingkat GABA yang meningkat dapat dikaitkan dengan hilangnya fungsional integrasi dan regulasi pemrosesan di jaringan saraf kognitif dan emosional mereka,” jelas Dr. Seo. (ryn/JPC)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!