Keuntungan di Kandang Netral

Foto: Kris Samiaji/Sumeks

Tidak Pantas Berada di Nomor 15

LAMONGAN – Kesempatan Sriwijaya FC untuk mencuri poin pada laga away pekan ke-16 Liga 1 terbuka. Selain akan hadapi Persegres Gersik United (GU) yang notabene di bawah Sriwijaya FC pada klasemen sementara, pasukan Hartono Ruslan juga diuntungkan karena akan bertarung di arena netral.

Kandang kebesaran Laskar Joko Samudro, julukan Persegres, Stadion Petrokimia Gersik tidak mendapat persetujuan pihak keamanan. Lantaran masih adanya acara tidak jauh dari stadion. Lokasi pertandingan pun dialihkan ke Stadion Surajaya, Lamongan, malam ini (Live TV One, pukul 18.30 WIB).

“Bermain di luar kandang Gersik, ya tentu akan kami anggap sebuah keuntungan. Karena berarti kita bermain di lapangan netral. Jadi, mudah-mudahan bisa jadi sebuah keuntungan untuk kita, bisa betul-betul wujutkan tiga poin di sini,” tutur Hartono Ruslan, pelatih sementara Sriwijaya FC, Minggu (23/7).

Dari statistik Persegres punya cataran kurang baik musim ini. Dari 15 pertandingan hanya meraih 1 kali kemenangan, tiga seri, dan 11 kali menelan kekalahan. Tetapi jika dilihat dari rekor bermain di luar kandang, Persegers yang paling parah.

Delapan kali bermain tandang, tujuh di antaranya menelan kekalahan. Catatan baiknya hanya satu kali bisa menahan seri 1-1 Persipura Jayapura pekan pertama, (18/4) lalu.

Hal ini juga yang membuat Patrick Daniel dan kawan-kawan, tepaksa masih harus berjibaku di zona degradasi posisi 17 klasemen koleksi 6 poin. Sedangkan Sriwijaya FC dari 14 pertandingan raih 5 menang, 3 kali seri, dan 6 kekalahan dengan total 18 poin.

Upaya naik klasemen Sriwijaya FC juga sudah mulai terlihat, pasca ditangani pelatih Hartono Ruslan. Itu dilihat dari kolesi gol Alberto Goncalves bersama kolega yang terus meningkat tiga partai terakhir, dan kini sudah mengoleksi 18 gol.

“Ya, yang jelas melawan Persegres kami sudah persiapkan diri. Kami akan berusaha bermain sebaik mungkin, semaksimal mungkin. Dan berusaha untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya.

“Bagi kami Sriwijaya FC tidak bisa berada di nomor 15. Saya, tidak mau kenapa-kenapa. Tetapi memang kita sepakat ke depan harus segera naik, jadi satu-satuhnya jalan harus menang lawan Gersik besok (hari ini, red),” tambahnya.

Hartono akan lakukan rotasi pemain. Itu lantaran, kondisi jadwal padat yang harus didapat Sriwijaya, pascaditundanya laga kontra Perseru Serui. Di lini belakang dua wing back Zalnando (sakit) dan Marckho akan disimpan tenaganya oleh Hartono.

Begitu juga posisi gelandang tengah dan winger kanan akan dirotasi demi mendapatkan komposisi yang fresh. “Ada rotasi dan pemain penggantinya sudah kita siapkan. Semoga pemain pengganti ini bisa menjalankan skema yang sebelumnya sudah kita buat,” jelasnya.

Di sisi lain Hanafi pelatih Persegres, juga tidak menampik pindahnya lokasi stadion dari Petrokimia ke Surajaya membuat kerugian. Mengingat, meski berstatus home, pertandingan ini akan terasa seperti away. “Tetapi yang terjadi kita tetap semangat. Kami juga harus bermain seperti saat melawan PSTNI dan Arema. Tetap kejar gol, sampai 90 menit pertandingan,” ujar Hanafi.

Persegres juga Lanjut Hanafi, sedikit terpengaruh dengan datangnya asisten pelatih baru Khusaeri baru-baru ini. Terutama dalam hal mental pemain, yang sedikit lebih fresh, lebih gairah, untuk mengejar naik posisi klasemen.

Hanya saja Laskar Joko Samudro, terkendala beberapa pemain intinya tidak bisa turun. Salah satunya gelandang Fitra Ridwan, yang sudah memutuskan hijrah ke Persija Jakarta.

Selain itu, kondisi Choi Hyun Yeon juga belum pasti turun karena kondisinya belum fit. “Pasti sudah kami cari penggantinya. Seperti Yusuf Efendi bisa kami tempatkan juga sebagai pemain tengah. Yang jelas, opsi-opsi itu sudah kami siapkan,” pungkasnya. (cj11/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!