Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan ternyata memiliki keutamaan dan keistimewaan khusus. Baik keutamaan maupun istimewaan bulan suci ini dapat dirujuk langsung dari informasi langsung yang tercantum dalam sejumlah Hadits Qudsi. Seperti difahami, bahwa Hadits Qudsi adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Rasul Allah Saw. dari Rabb ( Tuhan )nya melalui tiga cara , yakni : melalui wahyu, melalui ilham dan melalui mimpi.
Hadits ini disebut Hadits Qusi, karena dikaitkan dengan nama Al- Quds yang artinya suci dan bersih. Juga disebut dengan Hadits Ilahi, Hadist Robbani, Disebut dengan Hadits, karena Rasul Allah Saw. yang menceritakannya dari Allah. Jadi beda dengan Al- Qur’an yang disampaikan kepada Rasul Allah Saw. melalui perantaraan malaikat Jibril As. ( Syekh Ali ibn Shalahd Din ibn Ali al- Yamani, 2009 : 10- 11 ).
Adapun menyangkut keutamaan bulan Ramadhan antara lain termuat dalam sebuah Hadits Qudsi yang menyatakan : “ Apabila datang bulan Ramadhan Allah Swt. memandang makhluk- Nya, dan apabila Allah memandang seseorang berarti selamanya Allah tidak akan mengazabnya. Pada setiap hari Allah membebaskan sejuta orang dari neraka, dan apabila tiba malam keduapuluh sembilan Allah membebaskan pada saat itu sebanyak semua orang yang dibebaskan- Nya dalam sebulan penuh. Apabila datang malam fitri, maka gemparlah para malaikat dan Allah Yang Maha Perkasa menampakkan diri ( cahaya)- Nya sekalipun Allah Swt. tidak dapat disifati. Lalu Allah berfirmaan melalui wahyunya kepada para malaikat, sedangkan mereka pada keesokan harinya akan mengalami hari raya, :” Wahai para malaikat, apakah balasan seorang buruh apabila telah menunaikan pekerjaannya ?” Para malaikat menjawab,: “ Upahnya diberikan kepadanya dengan sempurna.” Allah Swt. berfirman : “ Saksikanlah oleh kalian, bahwa sesungguhnya Aku mengampuni mereka.” (Diketengahkan oleh Al- Ashhabani melalui Abu Hurairah )
Selanjutnya mengenai keistimewaan bulan Ramadhan, termuat pula dalam rangkaian Hadits Qudsi, antara lain dinyatakan : “ Sesungguhnya surga benar- benar diperindah dan dihiasi dari tahun ke tahun karena memasuki bulan Ramadhan. Apabila tiba malam pertama bulan Ramadhan, maka bertiuplah angin dari bawah ‘Arsy yang disebut angin al- Mutsirah, lalu bergerak- geraklah karena tiupannya semua daun pohon dalam surga, dan juga semua pegangan pintu surga, sehingga menimbulkan suara yang begitu merdu. Tiada seorangpun yang mendengar suara yang lebih merdu darinya” ( Syekh ibn Hibban dan Baihaqi dari Ibn Abbas ).
Rangkaian dua Hadits Qudsi ini sudah mengantar pemahaman kaum Muslimin yang sedang menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Melalui pemahaman ini, paling tidak mereka sudah diberi gambaran yang jelas dan utuh, mengenai bagaimana keutamaan dan keistimewaan bulan suci Ramadhan. Lukisan kata- kata yang bersumber dari informasi suci ini, bila diinternalisasi dalam diri, diyakini akan memberi pengaruh bagi para shaimin mempergiat ibadah puasa mereka. Ternyata keistimewaan bulan Ramadhan tidak hanya sebatas itu. masih ada lagi Hadits- Hadits Qudsi yang mengungkapkan tentang hal itu.
Dan Allah berfirman : “ Pada setiap malam dari bulan Ramadhan kepada malaikat juru seru untuk menyerukan, “ Adakah orang yang meminta, niscaya Kuberi permintaannya. Adakah orang yang bertobat, niscaya Kuberi ampunan kepadanya. Tiada yang berhutang kepada pihak yang kaya selain orang yang miskin, dan pihak yang memenuhi janji- Nya terhadap orang yang zalim ? Apabila tiba malam Idulfitri, malam itu disebut Lailatul Jaizah ( malam pemberian anugerah ). Apabila tiba pagi Idulfitri, maka para malaikat berseru : “ Hai umat Muhammad, keluarlah kamu untuk menerima karunia dari kemurahan Tuhan. Dia akan melimpahkan pemberian yang banyak dan mema’afkan dosa- dosa yang besar.”
Apabila mereka berangkat menuju tempat shalatnya, maka Allah Swt. berfirman kepada malaikat, “ Balasan apakah yang diberikan kepada pekerja bila telah menunaikan pekerjaannya ? “ Para malaikat menjawab : “ Wahai Tuhan kami, balasannya ialah Engkau memberi upah sepenuhnya. Allah berfirman : “ Wahai para malaikat- Ku, Aku bersaksi kepada kalian sesungguhnya Aku menjadikan pahala puasa dan qiyam mereka dalam bulan Ramadhan adalah keridhaan dan ampunan- Ku .( Syekh ibn Hibba dan Baihaqi dari Ibn ‘Abbas ).
Bukan hanya sekedar itu saja. Bahkan selanjutnya Allah berfirman : “ Hai hamba-Ku mintalah kepada- Ku. Demi keagungan dan kemuliaan- Ku, tidak sekali- kali kamu meminta sesuatu kepada-Ku hari ini dalam perkumpulan kamu untuk akhiratmu melainkan Kuberikan kepadamu, dan tidak pula kamu meminta sesuatu untuk duniamu melainkan Kuperhatikan permintaanmu. Maka demi Kemuliaan- Ku, sungguh Aku akan menutupi kesalahan- kesalahanmu selama kamu memperhatikan- Ku. Demi Keagungan dan Kemuliaan- Ku, Aku tidak akan menghinakan dan mempermalukanmu di tengah- tengah orang- orang yang mendapat hukuman had di dunia. Pergilah kalian dalam keadaan diampuni. Kamu sekalian telah membuat Aku ridha dan Aku ridha kepadamu Maka para malaikatpun bergembira dan senang dengan apa- apa yang diberikan Allah Swt. kepada mereka setelah mereka selesai puasa Ramadhan. ( Syekh Ali ibn Shalahud Din ibn Ali al- Yamani : 82- 84 ).
Waduh ! Demikian hebatnya keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan. Semuanya bertumpuk-tumpuk dalam “onggokan” anugerah Allah Swt kepada para shaimin. Sejaatinya, para shaimin berlomba- lomba untuk meraihnya. Sungguh sayang kalau samapai terabaikan. (*)

Baca Juga :  Kewajiban Menuntut Ilmu

Oleh: Prof Dr H Jalaluddin MA
Mantan Rektor UIN Raden Fatah Palembang

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!