Kirab Obor Keliling Palembang 4-7 Agustus

Erick Tohir

JAKARTA – Pelaksanaan Asian Games XVIII/2018 kurang dari empat bulan lagi. Geliat promosi ditingkatkan. Salah satunya melalui kirab obor Asian Games yang rencananya akan melintasi 53 kota di 18 provinsi. Jarak tempuhnya 18 ribu kilometer (km).
Kirab obor atau torch relay akan dilaksanakan mulai 15 Juli dari tempat pengambilan api, yaitu New Delhi, India. Kemudian keliling Nusantara, berakhir di Gelora Bung Karno saat acara pembukaan multievent antarbangsa Asia tersebut, 18 Agustus mendatang.
Kirab obor ini bisa menjadi momentum penting agar seluruh masyarakat Indoensia mengetahui dan mendukung Asian Games 2018. “Melihat rute torch relay yang melintasi seluruh pulau di Nusantara, saya yakin Asian Games 2018 akan punya dampak luas untuk juga mensosialisasikan eksplorasi budaya dan pariwisata Indonesia,” kata Ketua Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC), Erick Thohir.
Dengan cara ini, masyarakat dunia akan tahu lebih jauh tentang Indonesia. Ini bisa berdampak positif bagi peningatan jumlah wisata mancanegara dan perekonomian rakyat, Keyakinan itu diungkapkannya dalam rapat koordinasi antara Panitia Pelaksana Asian Games 2018 dengan beberapa Dirjen Kemendagri dan Kemenpora di Jakarta, Senin (23/4).
Dijelaskannya, arak-arakan obor dimulai dari Stadion Nasional Dhyan Chand, New Delhi, India sebagai penyelenggara pertama Asian Games 1951. Bertolak dari India pada 15 Juli menuju Merapen, Purwodadi yang dijadwalkan tiba 18 Juli. Api kemudian diarak keliling Jawa Tengah seperti ke Candi Prambanan, Stadion Sriwedari, Sukoharjo, dan Solo.
Kemudian menyeberang ke Jawa Timur melalui Blitar, Malang, Gunung Bromo, Banyuwangi. Selanjutnya ke Denpasar, Raja Ampat Papua, Makassar, hingga Balikpapan. Masuk Pulau Sumatera, diawali dari Banda Aceh pada 2-3 Agustus. Lalu bergeser ke Padang, lalu ke Palembang.
Di kota pempek, api Asian Games akan diarak selama empat hari, 4-7 Agustus. Kemudian menuju Lampung 7-9 Agustus. Selanjutnya ke Serang, Purwakarta, Bandung, Bogor lalu masuk Jakarta pada 15 Agustus. Keliling Jakarta, singgah ke Istana Merdeka pada 17 Agustus. Kemudian dibawa ke Gelora Bung Karno dari Monas untuk acara pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus.
Dengan panjangnya rute itu, INASGOC merasa perlu koordinasi dan keterlibatan para pemangku kepentingan di daerah. Mulai dari Sekretaris Daerah di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga Dinas Pemuda dan Olahraga yang berada dalam lingkup Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Dalam rapat kemarin dibahas mekanisme pelaksanaan kirab obor Asian Games 2018 tersebut, Hadi Prabowo, Sekretaris Kemendagri menjelaskan, pemerintah daerah (Pemda) wajib pro-aktif dengan pelaksanaan torch relay.
Ini merujuk pada surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 426.3/1398/SJ tentang Dukungan Pelaksanaan Pergerakan Obor Asian Games 2018 dan Nomor 426/3./1399/SJ tentang Dukungan Pelaksanaan Pengarakan Obor yang ditujukan kepada bupati/wali kota dari daerah yang akan dilintasi. Secara subtansi, surat edaran tersebut mengintruksikan kepada daerah agar melakukan kegiatan persiapan.
“Persiapannya itu ya antara lain pengerahan masyarakat dan pelajar, penyediaan acara, mengadakan festival budaya, kemudahan izin dan sebagainya,” tandasnya. Selain itu perlu digarisbawahi bahwa kegiatan torch relay Asian Games 2018 ini adalah ajang sosialisasi bagi masyarakat Indonesia dan diliput oleh media luar negeri juga. Karenanya, daerah perlu menangkap peluang untuk mempromosikan destinasi pariwisata, seni budaya, serta potensi-potensi lainnya.
“Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif pada peningkatan ekonomi daerah dan Indonesia,” terang Hadi. Saat ini, para atlet Asian Games 2018 sendiri sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan diri. Bahkan atlet Indonesia ada yang menempa diri ke Amerika Serikat, Bulgaria, dan negara-negara Eropa lainnya demi menghasilkan emas.
Di ajang ini, karena Indonesia sebagai tuan rumah para atlet diwajibkan membawa Indonesia menembus peringkat 10 besar. “Sejauh ini, di PB PBSI belum diputuskan siapa saja yang diturunkan di Asian Games. Jika dipercaya, saya tentu akan berbuat yang terbaik,” ungkap Mohammad Ahsan, ganda putra Indonesia asal Palembang yang kini berpasangan lagi dengan Hendra Setiawan.
Untuk timeline Asian Games 2018, sudah ditetapkan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu 40 cabor. Di dalamnya ada 67 disiplin dan 463 nomor event. Asian Games 2018 akan menggunakan 76 venue. Dari jumlah itu, 52 venue merupakan tempat pertandingan dan sebanyak 24 venue merupakan tempat latihan. Di Jakabaring sendiri sebanyak 11 venue dipakai untuk pertandingan. Sementara untuk tempat latihan tersedia dua venue. (kmd/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!