Konsen Mutiara Songket

KREASI: riani Wijanti akan lebih mengkreasikan kerajinan mutiara songket saat Asian Games. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PELAKU UMKM kerajinan songket, Riani Wijanti, yang namanya masuk dalam daftar pengiriman Dinas Koperasi & UMKM Pemkot Palembang untuk ikut pelatihan bersama Inasgoc. Mereka senang, apalagi ini untuk Asian Games yang skalanya internasional.
Dia konsen, membuat aneka kerajinan tangan berbahan kain perca songket. Terjun ke bisnis kerajinan tangan dilakukan Riani atau yang akrab disapa Rere ini, bukan hal yang benar-benar baru. Namun, untuk khusus memulai membuat kerajinan dengan memanfaatkan kain songket sebagai khasnya Palembang baru mulai dilakukannya pad 2013 lalu.
“Saat itu, bahan pembuatan bros, dan gantungan kunci masih memanfaatkan kain perca songket dari tukang-tukang jahit. Awal mulau bentuknya masih sederhana, dan juga masih untuk dipakai sendiri ataupun kalau di jual masih didalam lingkup teman,” ujarnya, warga Kompleks Griya Buana Komplek C – 10 Jl. Soak Permai, Palembang.
Rere menuturkan, baru mulai menjalani bisnis ini dengan serius setelah di akhir 2013, dimana waktu itu ia mengikuti perlombaan dari Dinas Koperasi & UMKM Pemerintah Kota Palembang. “Dapat juara dua dari lomba tersebut. Dan kemudian mulai banyak permintaan dan juga sudah mulai gencar melakukan promosi melalui akun media sosial, waktu itu Facebook dan BlackBerry,” tuturnya.
Dan kian semangat menjalankan bisnis, ketika kembali memenangkan lomba dari dinas yang sama untuk lomba suvenir khas Palembang mendapatkan juara pertama. Dari sana tak hanya order produk yang banyak, tapi juga yang minta buat jadi mentor/mengajari membuat kerajinan tangan ini. “Sempat juga selama 2 tahun dikontrrak untuk mengisi jadi instruktur di salah satu panti sosial. Ditambah lagi juga dengan arisan, ibu darma wanita dan lainnya,” terang ibu tiga orang anak ini.
Setelah usaha ini berkembang, dirinya juga terus melakukan inovasi, dengan tujuan mencipatakan karya baru, yang tak pernah ada dipasaran ataupun sudah di buat sebelumnya. Dimana salah satu jenis inovasi yang dilakukannya, seperti pembuatan kerajinan yang berdasarkan kain songket kemudian di gabung dengan mutiara buatan dan air tawar, serta kawat tembaga dan kain satin. “Karena saya bukan hanya memproduksi tapi juga mengajarkan, maka setiap produk yang telah saya ajarkan, maka tak lagi saya produksi. Dan saya akan cari inovasi, sehingga menghasilkan produk baru yang tak sama,” ujarnya. Sehingga setiap produk yang di kelaurkannya, akan selalu limited edition (edisi terbatas) dan tak sama dengan dipasaran.
Pemilihan songket sendiri sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan tangan ini, karena memang dinilai kain ini merupakan yang paling dikenal dan khasnya Palembang, dan secara motif juga cantik. “Ini merupakan wujud kebangggan, karena songket ini menjadi kain yang khas, meski ada kain-kain kita yang lainnya, tapi pemilihan songketlah yang jadi bahan dari pembuatan kerajinan ini,” kata wanita yang juga tercatat sebagai PSN ini.
Kerajinan yang dibuat Rere yang biasa dikenal dengan Suvenir Mutiara Songket ini, yang bermula dari penggunaan kain perca songket, maka kini tidak lagi. Dengan permintaan yang tinggi, serta produksi yang juga otomatis jadi banyak, maka kain songket yang digunakan juga perlu banyak, maka sekarang belinya yang meteran tak lagi berupa kain perca. “Permintaan banya, maka kami beli yang meteran. Dan untuk penjualan sendiri sudh ke seluruh daerah diatanah air, kecuali bagian timur Indonesia,” imbuhnya.
Dengan inovasi yang dilakunan, tak hanya dari berbagai desain bros ataupun gantungan kunci dengan motif songket yang dipercantik dengan lilitan kawat tembaga serta mutiara. Tapi juga inovasi berupa produk, seperti di buat dalam bentuk jam meja, ataupun hiasan dinding dan lainnya.
“Untuk ide dalam berinovasi datang sendiri, namun jika ada lomba akan terpacu sendiri kreativitas. Saya juga berharap dengan ajang Internasional Asian Games, maka produk kerajinan lokal akan juga ikut go international, begitupun harapan untuk produk saya,” tutup wanita kelahiran 17 Juli 1978 di Belitang, OKU Timur. (cj10/air/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!