KPU Sumsel Di-deadline 27 April

PALEMBANG – Polemik perbedaan daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang terus bergulir. Kemarin (25/2), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel mengundang KPU Sumsel untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai selisih jumlah data pemilih tersebut.
Ketua Bawaslu Sumsel, A Junaidi mengatakan, dalam pertemuan dengan KPU Sumsel memang ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Terutama yang berkaitan dengan data pemilih. Hasil musyawarah yang dilakukan anggota Bawaslu Sumsel disepakati memberikan rekomendasi bagi KPU Sumsel untuk melakukan perbaikan data pemilih.
“Kita kasih waktu KPU Sumsel hingga 27 April untuk memperbaiki data pemilih. Tapi bila lewat dari tanggal tersebut, maka kita anggap data pemilih tadi sudah final,” tegasnya. Maka itu, pihaknya meminta KPU bekerja all out 24 jam memperbaiki data pemilih tersebut.
Sementara itu, Komisioner KPU Sumsel Divisi Perencanaan dan Data, Heny Susantih mengakui adanya permasalahan dalam penetapan mata pilih. Terutama di Kota Palembang. Jika hasil daftar pemilih sementara (DPS) sebanyak 1,099 juta pemilih ditambahkan yang belum memiliki KTP elektronik sekitar 22 ribu lebih, seharusnya paling banyak 1,12 juta pemilih.
Tapi DPT yang ditetapkan KPU Kota Palembang tercatat 1.244.716 pemilih atau ada kelebihan sekitar 123 ribu pemilih. Sebenarnya persoalan ini sudah dilakukan antisipasi dengan menggunakan sistem data pemilih (sidalih).
Hanya saja, sampai batas akhir pemukhtahiran, data yang seharusnya sudah dibersihkan sebelum penetapan malah masih sisa dan masuk dalam DPT. “Kita tidak mungkin tutup mata atas persoalan ini. Apalagi data yang ada harus masuk dalam sidalih,” cetus Heni.
Menurutnya, data bermasalah yang ditetapkan di KPU Kota palembang tersebar di 17 dari 18 kecamatan se-Kota Palembang. Data yang bersih dan tidak perlu lagi dilakukan perbaikan hanya dari Kecamatan Bukit Kecil.
Selain Kota Palembang, data pemilih bermasalah juga ditemukan di Kabupaten Empat Lawang dan Kota Pagaralam. Data yang dimiliki dengan sidalih jumlahnya tidak sinkron. “Hanya saja, jumlahnya tidak terlalu signifikan,” tukasnya. (afi/vin)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!