Kuliti Pesut Etam

Para pemain PBFC berlatih ringan di Stadion Bumi Sriwijaya, kemarin sore. FOTO : INSTAGRAM

PALEMBANG – Pusamania Borneo FC (PBFC) bukan lawan baru bagi Sriwijaya FC. Keduanya sudah pernah bertemu di Piala Presiden maupun Indonesia Soccer Championship (ISC) A. Namun, pergantian pelatih di tubuh Sriwijaya FC membuat pertemuan di Liga 1 pada 22 April nanti terasa baru.

Sinyal pertemuan ini terasa baru adalah ketidaktahuan pelatih Sriwijaya FC, Oswaldo Lessa, terhadap kekuatan PBFC. Ya, pelatih berpaspor Brasil ini mengaku jika masih buta kekuatan tim berjuluk Pesut Etam tersebut. “Kalau musim kemarin atau Piala Presiden, saya tahu, tapi kalau musim ini saya belum tahu kekuatan PBFC. Baik tentang materi pemain mereka maupun cara bermainnya,” ungkap Lessa.

Lessa terakhir kali berada di Indonesia setelah membantu pelatih Gomes de Oliviera di Madura United arungi ISC A. Dia di sana menjabat sebagai pelatih fisik usai kariernya di Persipura Jayapura dihentikan pengurus tim berjuluk Mutiara Hitam. Kontraknya di Persipura tidak dilanjutkan karena gagal angkat permainan tim.

Di Piala Jenderal Sudirman, Persipura hanya mampu bersaing hingga delapan besar. Sementara di Piala Bhayangkara, tidak pernah menang dan jadi juru kunci grup di Bali. Lessa mengaku, meski tahu kekuatan PBFC di Piala Presiden, tapi rekaman kekuatan PBFC saat itu maupun musim sebelumnya belum bisa jadi patokan.

Baca Juga :  Lobi FIFA Pergantian Lima Pemain

Apalagi, pelatih PBFC di Piala Presiden dan Liga 1 berbeda. Saat Piala Presiden, PBFC dipimpin Ricky Nelson yang merupakan direktur teknik PBFC dan mentor dari skuat muda PBFC. Sementara saat ini, dinakhodai pelatih “yang asli” Dragan Djukanovic.

Materi pemain juga berbeda. Jika di Piala Presiden, PBFC menurunkan pemain pelapis kedua. Sementara di Liga 1, PBFC menurunkan kemampuan penuh. Unjuk kebolehan mereka, ditunjukkan dengan mampu mencuri poin dari tuan rumah PS TNI di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Untuk mengobati rasa penasaran terhadap PBFC, coach Lessa akan memanfaatkan semua instrumen. Salah satunya memanfaatkan peran dunia digital untuk menguliti kekuatan PBFC. Salah satunya mencari rekaman permainan PBFC terbaru, yakni saat bermain imbang melawan PS TNI.

“Saya sudah berpesan untuk dicarikan rekaman pertandingan mereka, terutama saat lawan PS TNI. Dengan begitu, saya jadi tahu kemampuan mereka. Dari rekaman itu, bisa menjadi modal menyiapkan strategi yang akan kami pakai di laga nanti,” ujar arsitek asal Brasil ini. (kmd/ion/ce4)

Head to head
18/03/2017 Piala Presiden Sriwijaya FC v PBFC 0-1
18/04/2016 Piala Bhayangkara Sriwijaya FC v PBFC 3-1
18/12/2016 ISC A Sriwijaya FC v PBFC 3-2
27/08/2016 ISC A PBFC v Sriwijaya FC 2-2

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!