Kurang Peduli, Warga Minta Perusahaan ini Ditutup

Ilustrasi. foto: dok sumeks.co.id

INDERALAYA – Masih ingat dengan PT Karya Inti Malindo (KIM) yang bergerak di bidang pabrik komponen meubel yang diresmikan pada 25 Juli lalu? Perusahaan yang berkantor di Jl Bakti Guna, Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini kini mulai diprotes warga dan meresahkan.

Pemilik PT KIM di atas lahan seluas 1,5 hektare tersebut adalah Hakim Thahir selaku Direktur Utama, sedangkan General Manager (GM) Dr HC M Syarkowi Wijaya SE MM MSc.

Menurut Sihab (36), warga Tanjung Seteko mengatakan, warga mulai merasakan resah dengan keberadaan PT KIM, lantaran pihak perusahaan terkesan kurang begitu memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas pabrik seperti asap, polusi debu, suara mesin yang bising, termasuk kerusakan jalan kian parah, akibat setiap hari dilintasi truk-truk angkutan kayu bertonase tinggi.

“Perusahaan PT KIM ini berdekatan dengan rumah penduduk dan berdekatan juga dengan komplek Perumahan Ridho Residence. Warga ini resah sekali,” kata Sihab.

Tidak jauh dengan PT KIM juga ada perumahan Griya Cipta Indralaya (GCI), RS Sederhana, dan warga perumahan Griya Makmur Jaya(GMJ). “Warga mendesak pemerintah untuk segera menutup paksa operasional pabrik tersebut. Selama ini tidak pernah ada pemberitahuan baik secara lisan maupun tertulis dari pihak perusahaan mengenai pembangunan pabrik yang baru diresmikan ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Pak Bupati... Rumah Warga Nyaris Longsor

General Manager PT KIM Dr HC M Syarkowi Wijaya SE MM MSc, ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, justru dengan lantang setuju kalau PT KIM segera ditutup. Tapi kewenangan penutupan itu harus ada rekomendasi dari pihak DPRD OI.

“Saya selaku GM di PT KIM ini juga sudah tidak dihargai lagi dan tidak sejalan. Saya masih cinta NKRI, dan saya cinta umat Islam. Di PT KIM milik orang China, jadi saya setuju PT KIM ini sebaiknya ditutup saja,” tukasnya. (sid)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!