Kurang Tenaga Penyuluh

BUKA: Menkes Nila Djuwita Moeloek saat membuka Muktamar ARPSI di Hotel Horison Ultima, kemarin. Foto: M Hatta/Sumatera Ekspes

EMPAT LAWANG – Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Kabupaten Empat Lawang masih sangat kurang. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DP2KBD) Kabupaten Empat Lawang, Sulni melalui Kabid Pengendalian Penduduk, Hasanudin, kemarin (2/3).
Menurut Hasanudin, tenaga PKB hanya ada sembilan orang dan untuk PLKB tiga orang. “Jadi total ada 12 orang. Jumlah ini sangat kurang. Idealnya satu penyuluh untuk dua desa,” terangnya.
Padahal, lanjut dia, ada 147 desa di wilayah Kabupaten Empat Lawang. Artinya dengan jumlah penyuluh yang sekarang dimiliki tidak ideal.
Meski begitu, ungkap Hasanudin, pihaknya saat ini memanfaatkan tenaga kerja sukarela (TKS) sebagai penyuluh. “Untuk melengkapi petugas di lapangan, kami memberdayakan TKS,” tandasnya.
Diakuinya, pihaknya sudah pernah mengajukan penambahan tenaga penyuluh. Namun belum ada jawaban kepastian bakal ada penambahan tenaga penyuluh tersebut. “Penyuluh berstatus TKS jumlahnya sekitar 118 orang. Hanya saja mereka ini (TKS, red) tidak benar-benar dipersiapkan sebagai tenaga penyuluh,” akunya.
Meski begitu, adanya tenaga penyuluh berstatus TKS sangat membantu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Alhamdulillah, meski banyak kekurangan tenaga penyuluh, kita masih tetap jalan,” pungkasnya. (eno/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!