Kurung Serdadu Tridatu

PALEMBANG – Sriwijaya FC tidak akan mudah jinakkan Bali United. Serdadu Tridatu, julukan Bali United, tetap all out pada pertandingan semifinal leg pertama Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, besok (9/2).

Memang konsentrasi Ilija Spasojevic dan rekan-rekan sedang terbelah. Itu karena klub asal Pulau Dewata tersebut juga harus mempersiapkan diri hadapi AFC Cup melawan Yangon United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, (13/2). Sementara sehari kemudian kedua kesebelasan sudah harus bertarung lagi pada semifinal leg kedua di Bali.

Artinya klub yang dikelola PT Bali Bintang Sejahtera itu harus tarung tiga kali dalam empat hari. Jelas sangat menforsir tenaga. Karena itu banyak pihak menyebut Bali United akan melepas laga krusial menuju final tersebut.

Namun ternyata prediksi itu tidak benar. Hans-Peter Schaller pelatih Bali United khusus di ajang Piala Presiden tetap membawa pasukan terbaik. Kala mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Jumat (9/2) sore, tampak full team. Penyerang naturalisasi, Ilija Spasojevic, Stefano Lilipaly terlihat dalam rombongan. Ada juga M Taufik, Kevin Brands serta An Byung Keon. Hanya tidak tampak penyerang naturalisasi Irfan Bachdim yang memang masih cedera.

Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, mengatakan kemenangan wajib didapat ketika main di hadapan pendukung sendiri. Terlebih, ini akan jadi modal besar bagi Laskar Wong Kito saat melawat ke Bali.

Baca Juga :  Penting Nabung Gol

Motivasi untuk menang, dipadu dengan strategi menyerang terus diasah. RD, sapaan karib Rahmad Darmawan, juga menginstruksikan anak asuhnya untuk tetap menguasai jalannya permainan. Setidaknya mampu mengurung Bali yang saat ini jadi salah satu tim luar biasa di blantika sepak bola Tanah Air.

“Kita tetap percaya Bali tidak akan lepaskan pertandingan ini. Karena tidak mungkin mereka tidak mau menang. Kita terus bersiap untuk itu,” katanya. Di jajaran pemain, sejauh ini tidak ada masalah bagi Laskar Wong Kito.

Duel ini, kata Rahmad akan menjadi lebih seru mengingat kedua tim kini punya gaya permainan yang hampir mirip. Sama-sama taktis. “Komposisi pemain tak jauh beda. Mereka punya pemain cepat dan organisasi permainan yang baik. Tapi kita juga turun dengan motivasi terbaik dengan dukungan fans. Dan kita harap semua berjalan sesuai harapan,” tukas Rahmad.

Kabar baik hampiri klub kebanggaan masyarakat Sumsel dua hari jelang laga. Penyerang naturalisasi Alberto “Beto” Goncalves sudah resmi mendapat Kartu Tanda Penduduk atau KTP. Artinya Beto sudah menjadi pemain lokal. Dengan begitu RD bisa menurunkan lima pemain berlabel impor sekaligus.

Selain Beto masih ada lima asing lagi penggawa skuat Jakabaring. Yakni Konate Makan (gelandang), Esteban Vizcarra (penyerang), Yu Hyun Koo (gelandang), Manuchekhr Jalilov (penyerang) serta Mohamadou N’Diaye (bek). Pada Piala Presiden kontestan hanya boleh menurunkan empat pemain asing. Artinya, salah satu harus diparkir.

Baca Juga :  Janji tanpa Kompromi

“Kita akan lihat kondisi pemain sampai besok (hari ini, red). Yang pasti semua bisa main dan dalam kondisi fit. Namun, untuk starting eleven belum kami putuskan,” terang mantan juru taktik Persipura dan Arema ini.

Kalau melihat head to head kedua kesebelasan cukup berimbang. Lima kali laga terakhir Sriwijaya hanya menang sekali, dua kali imbang dan sisanya milik Bali United. Pada Liga 1 musim lalu Sriwijaya kalah 2-3 di Bali (30/10/17) dan hanya mampu main imbang 2-2 di Jakabaring, (19/07/17). “Musim lalu sudah banyak berubah baik kita maupun Bali,” tukas dia.
Sementara itu, Alberto Goncalves penyerang Sriwijaya FC, mengatakan, dengan menyandang status WNI menjadi motivasi tersendiri. Suami Roesmala Dewi, wanita asal Plaju, Palembang ini siap bermain lebih baik. “Siapapun pemain pasti ingin juara. Apalagi sekarang saya sudah warga negara (Indonesia), tentunya lebih semangat buat yang terbaik untuk tim. Untuk cetak gol itu bonus paling penting bisa meraih kemenangan,” tutur Beto usai pamer Kartu Tanda Penduduk (KTP) anyar di Instagramnya.
Bali United tiba di Palembang kemarin. Widodo Cahyono Putro pelatih Bali United rupanya telah menyiapkan anak asuhnya secara maksimal untuk bisa meladeni permainan Laskar Wong Kito. Seperti yang diungkapkan Ilija Spasojevic saat dibincangi di hotel tempatnya menginap.
“Kita tahu Sriwijaya FC tim hebat. Mereka jauh berubah dibanding musim lalu. Beberapa waktu terakhir, kita pelajari permainan Sriwijaya untuk dapat memenangkan pertandingan,” katanya.
Sebab, Widodo memang memotivasi anak asuhnya untuk menang. Spaso yang juga baru menjadi WNI itu menilai, keunggulan Widodo adalah pernah menukangi Sriwijaya FC. Namun di sisi lain perubahan drastis di musim ini agak menyulitkan dalam membaca strategi permainan.
“Pelatih baru dan pemain baru. Saya respek dengan tim ini, meski ini baru sebatas laga pramusim. Tapi kami juga tak mau menyerah, meski Sriwijaya tampil di kandang,” ujarnya.
Spaso sendiri punya motivasi yang lain. Striker 30 tahun itu berusaha menampilkan yang terbaik di setiap pertandingan yang dilakoninya, agar bisa menarik hati pelatih Timnas Luis Milla. Ia telah berjanji akan berusaha maksimal menembus skuat timnas.
Salah satunya dengan tak berhenti mencetak gol, termasuk di gawang Teja Paku Alam di pertandingan, besok malam. Meski sadar ia memiliki banyak saingan untuk itu, termasuk Alberto Gonalves, penyerang Sriwijaya FC. “Tidak ada yang tidak mungkin. Saya akan berupaya maksimal karena Indonesia sudah seperti mendarah daging. Saya harus tampil lebih baik untuk bisa membela timnas yang memang menjadi cita-cita saya,” ujarnya. Pada pertandingan semifinal leg pertama lain mempertemukan PSMS Medan kontra Persija Jakarta, di Stadion Manahan, Solo, malam ini. (aja/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!