Kuto Jadi Kuliner Durian

6
Calon membeli tengah membeli buah durian di kawasan Pasar Kuto, Palembang, kemarin (16/6). Saat ini, buah yang masuk Palembang kebanyakan masih dari Lahat, Empat Lawang, dan Bengkulu. FOTO: KRIS SAMIAJI/SUMEKS

PALEMBANG – Si raja buah, Durian, mulai membanjiri lapak di kawasan Pasar Kuto, Jl Slamet Riyadi, Kecamatan IT II, Palembang. Durian lokal yang baru mendominasi, seperti dari Kabupaten Empat Lawang, Lahat, dan Muara Enim. Malam hari di bulan Ramadan, banyak masyarakat yang makan langsung di sana.
Harga jualnya memang masih cukup mahal, dari yang paling kecil Rp25 ribu per butir hingga Rp50 ribu yang berukuran besar. Salah seorang pedagang, Syaiful, mengatakan sudah seminggu lebih ini durian lokal masuk Palembang. “Satu biji modalnya Rp13 ribu hingga Rp20 ribu, masih cukup mahal. Belum ditambah ongkos kirim,” akunya, kemarin (16/6).
Apalagi saat ini, memang belum puncaknya musim durian. Dikatakannya, musim durian biasanya baru pada November dan Desember. Ketika musimnya nanti, tak hanya durian lokal Sumsel saja. Tapi juga masuk durian dari Padang, Medang, Jambi, hingga Bengkulu. Kuliner durian pada malam hari, jadi semakin ramai. “Setiap hari kami siapkan 1.000 biji durian yang baru,” katanya.
Pedagang lainnya, Andi, mengaku omzet dari penjualan sehari bisa mencapai Rp1 juta. Meski buah durian bisa dibilang mahal, namun tetap diburu pencinta durian. “Yang penting stok buah terus ada,” tukasnya.
Mega, pembeli asal Lemabang mengatakan sudah biasa membeli durian di Pasar Kuto. “Banyak pilihan serta ukuran. Isinya bagus dan enak, jadi lebih suka beli di sini,” katanya. Tapi ada juga durian yang dibuat tampoyak jika isinya tidak manis. Tempoyak bisa dibuat sambal atau dicampur dengan masakan lainnya.
Pedagang lainnya, mengaku bernama Ahmad, menyarankan untuk pembeli yang ingin makan di tempat, lebih baik minta dipilihkan pedagangnya. Sebab kalau mentah atau rasanya kurang enak, bisa ditukar dengan yang baru. “Kalau pilih sendiri dan bawa pulang, kami tidak tanggung jawab. Tapi kalau durian dari Tebing Tinggi (Empat Lawang) ini rasanya enak. Lebaran nanti juga biasanya banyak buah,” tuturnya.

Baca Juga :  Sidak ke Pasar Pastikan Harga

Di Kabupaten Lahat, lapak durian mulai membanjiri berbagai sudut kota. Buah durian yang dijajakan berasal dari beberapa wilayah di Kabupaten Lahat, seperti Kikim, Pulau Pinang, Gumay Ulu, hingga Tanjung Sakti. “Banyak yang beli untuk dibawa mudik,” ucap pedagang durian di Lahat.
Hanya saja memang, harga jual durian musim kali ini masih tergolong tinggi. Untuk durian ukuran sedang, dipatok Rp25 ribu per buah. “Buah musim, bukannya buah selang. Tapi banyak buah tidak jadi,” jelas Marbes, petani durian asal Tanjung Sakti.
Tingginya curah hujan awal tahun 2017, menjadi penyebab bunga durian banyak runtuh. Sehingga durian yang dihasilkan musim kali ini, sedikit. Padahal sebagian besar wilayah Kabupaten Lahat, harusnya masuk masa panen durian.
Di kabupaten Empat Lawang, daerah penghasil durian di Tebing Tinggi, justru belum masuk musim. Diprediksi November mendatang mulai masuk musim durian. “Memang belum berbuah kalau di daerah Tebing Tinggi, khususnya di Desa Aur Gading. Sekitar bulan 11 mulai musim durian lagi,” ujar Sar, salah satu petani durian di Desa Aur Gading, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang, kemarin (16/6).
Dijelaskannya, saat ini memang ada buah durian yang dijual di wilayah Tebing Tinggi maupun di daerah-daerah lain serta di Palembang. Kemungkinan besar buah durian itu berasal dari daerah Kikim, Lahat. “Durian yang dijual di Tebing Tinggi itu dari Kikim, karena di Kikim sudah musim durian. Di Tebing Tinggi musimnya sekitar November nanti,” katanya.
Di Kabupaten Muara Enim, sentra buah durian terdapat di Kecamatan Ujanmas dan Kecamatan Tanjung Agung. Buah durian asli Muara Enim ini cukup digemari sampai ke wilayah Palembang. Meski begitu, saat ini durian yang dijual di emperan jalan di kota Muara Enim tidak hanya berasal dari wilayah Muara Enim.
Bahkan saat ini kebanyakan berasal dari Bengkulu walau harganya relatif sama. “Ini durian Bengkulu,”ujar salah seorang pedagang buah durian di Jalan Sudirman, kemarin (16/6). Untuk harga durian ukuran kecil Rp10 ribu sampai Rp25 ribu ukuran besar.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Muara Enim Ir Kani Daah mengatakan, potensi pohon durian banyak di wilayah Kecamatan Ujanmas. “Selain durian, di Kecamatan Ujanmas adalah pohon duku. Memang baru-baru dua Minggu ini musim durian lagi booming di Muara Enim,”tukasnya. (yun/air/ce1/irw/eno/roz)

Baca Juga :  Tidak Temukan Daging Celeng

 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!