Lagi, Unggas Mati Mendadak

TAKUT MENYEBAR: Warga Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Muramenunjukkan ternak unggasnya yang mati mendadak setelah menunjukkan gejala seperto stroke. Foto: Zulkarnain/Sumatera Ekspres

MUSI RAWAS – Kasus ternak unggas mati mendadak kembali terjadi di wilayah Sumsel. Jika sebelumnya menyerang ratusan ayam di Kampung Tanjung Beringin, Kelurahan Pasar, Kecamatan Tebing Tinggi. Kali ini, ditemukan di Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas (Mura).
Informasi diperoleh, awalnya, sejumlah ayam terkena sindrom seperti penyakit stroke. Selang beberapa jam kemudian, ayam langsung mati mendadak. Hendri, warga F Trikoyo mengatakan, sudah ada sekitar enam unggas miliknya mati.
Padahal, kondisi hewan itu sebelumnya sangat sehat, segar, dan tidak sakit. “Satu hari langsung mati,” cetusnya. Gejala awal seperti kena stroke, kepala ayam bergoyang tidak karuan. Lalu, diam. Tak lama, langsung mati mendadak.
“Kami tidak tahu cara mengobatinya,” keluh Hendri. Kejadian itu membuat warga cemas lantaran penularan penyakit itu cukup cepat. “Kena satu, merembet ke ayam yang lainnya,” ucapnya. Ayam yang mati terpaksa dibuang.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mura, Dr Marzuki mengatakan, gejala tersebut sama seperti gejala penyakit tetelo, pulorum atau Newcastle Disease (ND). Memang, penyakit tersebut sering terjadi saat perubahan musim seperti sekarang.
“Kami akan cek dan menurunkan petugas ke lokasi,” terang Marzuki. Pihaknya akan melakukan penyemprotan dan vaksinasi supaya virus itu tidak menyebar. Namun, hingga kini, pihaknya belum mendapat informasi mengenai kasus ayam mati mendadak di Desa F Trikoyo.
“Kami akan turun dulu ke lapangan untuk mengeceknya,” ujarnya lagi. Antisipasi kasus penyakit ayam mati mendadak harus dilakukan dengan beberapa cara. Seperti membersihkan areal sekitar kandang, menjaga kelembapan, suhu kandang, rutin melakukan vaksin, dan penyemprotan.
Bagi masyarakat yang mendapati hewan unggas mereka mati mendadak, diharapkan segera memberitahu petugas penyuluhan peternakan di wilayah mereka sehingga kejadian itu bisa ditindaklanjuti secara maksimal. (cj13/vin/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!