Langgar AD/ART Partai

PALEMBANG- Dari total 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura yang hadir dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang digelar di Hotel Ambhara, sebanyak 26 DPD mengajukan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Hanura, Osman Sapta Odang yang dianggap sudah melakukan pelanggaran anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) partai.

Selain menyatakan mosi tidak percaya, dalam rapimnas ini juga menunjuk Waketum DPP Partai Hanura, Marsekal Madya (Purn) Daryatmo sebagai Plt Ketum DPP Partai Hanura.

“ Sudah sesuai dengan mekanisme dan AD/ART Partai. Dan hasil ini akan kita sampaikan ke Ketua Dewan Pembina Partai Hanura untuk difinalkan status pemberhentian sekaligus pelaksanaan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub),” kata Politikus Senior Partai Hanura, Erik Satrya Wardhana, Senin (15/1).

Diakuinya, ada beberapa hal yang membuat DPD tidak percaya dengan kepemimpinan dari OSO tersebut. Yakni, selama di bawah kepemipinan OSO sudah terjadi disfungsi manajemen partai. Kemudian adanya disintegrasi partai.

“ Ini terjadi tidak hanya di tingkat daerah, tapi juga ditingkat pusat. Ini terlihat dari gaya kepemimpinannya yang otoriter serta tidak memiliki basis moral seperti tidak mengikuti aturan partai,” ulasnya. (afi)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Selasa (16/1). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!