Langsung Pangkas Rambut, Panggil Tukang Urut

Andi Juliyanto. Foto: Novis/Sumatera Ekspres

Empat hari lalu, driver taksi online nyaris kembali jadi korban kejahatan. Sendirian, sang sopir, Andi Juliyanto (27), melawan tiga orang yang mengeroyoknya. Dia berhasil lolos setelah melukai salah seorang pelaku yang bersenjata pisau.
———————-

Tak terlalu sulit menemukan kediaman Andi di Jl Milaburi, Kompleks Azhar Blok AY 1 No 5, Kenten Laut, Talang Kelapa, Banyuasin. Rumah tipe 36 itu ditempatinya sejak 1996 silam. Kondisinya sudah direhab. Perabot dalam rumah juga cukup sederhana. Saat tiba di sana, ayah satu anak itu baru saja selesai dipijat.
Dia sengaja memanggil tukang urut ke rumahnya. “Badan saya sakit semua setelah dikeroyok tiga pelaku tersebut,” kata Andi mengawali perbincangan, tadi malam (15/4). Bahkan, dadanya masih sakit dan lebam karena sempat ditekan pakai lutut oleh salah seorang pelaku pada saat kejadian, 12 April lalu,
“Ini saya baru habis urut. Tadinya nyeri, tapi sekarang sudah reda nyerinya,” lanjutnya. Ada yang beda dari penampilan Andi saat itu. Rambut di kepalanya telah dipangkas, menyisakan potongan cepak. Tersisa sekitar 1 cm dari kulit kepala. “Buang sial. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ucapnya sembari tersenyum.
Dia sangat bersyukur bisa selamat dari aksi percobaan perampokan. Namun, kejadian di Jl Soak Simpur, Kelurahan Sukajaya, Sukarami, Kamis (12/4) pukul 20.50 WIB itu tak bisa dilupakannya. Dia bahkan sudah berpikiran jauh, mungkin terbunuh oleh ketiga pelaku. Seorang pelaku yang bersenjata pisau sempat hendak menikam dadanya.
“Alhamdulillah masih dilindungi Allah swt,” imbuh Andi. Dia ingat, saat dijatuhkan tiga pelaku. Dadanya ditekan. Ketika pelaku akan menusuk dadanya, Andi spontan meraih balok kayu yang ada di dekatnya.
Pukulan pakai kayu itu mengenai kepala pelaku hingga berdarah dan terjatuh. Melihat hal tersebut, dua pelaku lainnya langsung menuju sepeda motor mereka dan mengambil sejenis parang. Kebetulan, jarak sepeda motor para pelaku cukup jauh dari mobil Toyota Avanza warna abu-abu BG-1387-JH. kesempatan itu dimanfaatkan Andi untuk masuk mobil dan tancap gas. “Mereka tidak mengejar karena menolong temannya yang saya pukul pakai balok kayu,” lanjutnya.
Sebelum kejadian itu, dia baru menyelesaikan dua orderan. Pertama, pukul 19.01 WIB dengan nomor order RB-1287512654. Tujuannya ke Jl Residen Abdul Rozak, kecamatan Ilir Timur (IT) II. Orderan kedua pukul 20.21 WIB dengan nomor order RB-1287702883 dengan tujuan Sukarami.
Orderan ketiga, pukul 20.50 WIB dengan nomor order RB-1287760868 tujuan Jl Slamet Riyadi, Kecamatan Ilir Timur (IT) I. Si pemesan atas nama Hary dengan akun email yang terdaftar hary_xfour6897@ gmail.com. Nomor ponselnya 0898 0968xxx. “Saya mau minta mobilmu,” ucap Andi menirukan ucapan pelaku. Saat itu, sadarlah Andi kalau dia akan dirampok.
Setelah berhasil lolos dari kejahatan itu, Andi langsung melapor ke Polda Sumsel malam itu juga, dia berharap para pelaku bisa segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Dia masih ingat dengan ciri pemesan yang berusaha merampoknya. Pria itu punya alis yang panjang, berkulit sawo matang dan tinggi sekitar 165 sentimeter dan aksen berlogat Palembang. Sedangkan kedua pelaku lain diakuinya tak terlalu diperhatikannya, Pasalnya, tempat kejadian perkara (TKP) gelap, minim penerangan lampu jalan.
Sementara, teman-teman korban sesama driver taksol, banyak yang mengejar dan menelusuri jejak pelaku. Termasuk ke klinik, kalau saja pelakunya berobat di klinik. Tapi, tidak ketemu. “Kalau ketemu lagi dengan perampoknya, saya mungkin masih ingat . Salah satunya, punya alis tebal,”ujar korban.
Ditanya soal hasik tracking informasinya si pemesan berada di daerah Kebun Bunga Kecamatan Sukarame namun pelaku muncul di daerah Soak Simpur, menurut Andi itu bisa saja terjadi. “Bisa saja memang si pemesan ada di daerah Kebun Bunga, tapi sudah berhubungan dengan pelaku yanga ada di Soak Simpur,” bebernya.
Suami dari Lili (25) dan ayah dari Inara (1,5) mengaku masih trauma. Bahkan, dirinya sempat masih gemetaran saat melapor ke Mapolda Sumsel. Hingga saat ini, korban mengaku belum menerima order lagi. Aplikasinya dimatikan. “Saya masih sangat cemas,” lanjutnya.
Pascakejadian itu, istri maupun orang tuanya langsung menyarankan supaya dia berhenti dari pekerjaan sebagai driver online. “Saking khawatirnya mereka minta saya untuk cari pekerjaan yang lain. Apalagi saya sudah punya anak yang usianya baru 1,5 tahun,” tutur Andi.
Dirinya berharap, ketiga pelaku cepat ditangkap. Dia mengaku percaya dengan komitmen Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, red) dalam menindak tegas para pelaku. “Semoga ketiga pelakunya cepat ditangkap,” tukasnya.
Terpisah, Kasubdit III (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel AKBP Erlin Tangjaya membenarkan bahwa korban sudah melapor. Sudah dimintai keterangan lebih lanjut. “Kami masih menyelidiki kasus ini. Mudah-mudahan, pelakunya cepat kami tangkap,” ujar Erlin.(vis/kms/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!