Laporkan Penyimpangan Penerimaan Polri

PAKTA INTEGRITAS: Calon siswa Polri TA 2017 menandatangani Pakta Integritas di hadapan Kapolda Sumsel Irjen pol Agung Budi Maryoto di Kompleks Pakri, kemarin (17/4). Foto: Novis/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Polda se Indonesia, menggelar pakta integritas dalam seleksi anggota polisi secara serentak, kemarin (17/4). Untuk merealisasikan komitmen Polri menggelar seleksi yang bersih, pengawasan internal dan eksternal diperkuat.
Tak hanya personel yang terlibat penerimaan Polri, tapi juga peserta dan orang tua calon polisi, ikut menandatangani pakta integritas. “Ini dilakukan seluruh panitia, termasuk pengawas internal dan eksternal,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, di stadion Wira Bhakti, Komplek Pakri, kemarin.
Polda Sumsel tetap concern menjaga status “Clear and Clean” pada penerimaan Polri tahun 2017 ini. Sebanyak 4.585 calon siswa (casis) yang telah mendaftar sejak 14 Maret hingga 15 April, kemarin dikumpulkan di Pakri. “Para orang tua dan wali casis, juga kami kumpulkan untuk menyaksikan bersama fakta integritas,” tambah dia.
Alumni Akpol 1987 menyebut, ini merupakan langkah konkret dari Polri untuk mewujudkan dan menjunjung tinggi kaidah BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). “Jadi, ketika ada (oknum,red) yang berani “main-main”, akan saya pecat,” tegasnya.
Kemudian calon siswa maupun orang tua yang coba-coba menyuap panitia, juga akan didiskualifikasi dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Agung mengaku akan sangat berdosa jika anggota Polri yang dihasilkan Polda Sumsel dari penerimaan tahun ini, tidak berkualitas.
“Makanya, saat inilah mengawali perubahan ke arah yang lebih baik. Saya ingin, anggota Polri yang kami rekrut lebih berkualitas. Lebih baik lagi dalam pengabdian pada masyarakat,” tegasnya.
Salah satu pengwase eksternal dari PWI Sumsel, Fauzi mengaku siap untuk terus menjaga dan mengawasi semua tahapan seleksi. “ Harus terus dijaga status Clear and Clean-nya,” singkatnya.
H Komar (40), warga Musi Rawas yang hadir di Stadion Wira Bhakti, mengaku optimistis anaknya Satria (18), bisa mengikuti tahapan seleksi dengan baik. “Saya selalu mendukung dan mendoakan anak saya,” ujarnya. “Kami juga akan ikut mengawal selama proses seleksi berlangsung,” tambahnya.
Senada diungkapkan Safaruddin (45), warga Ogan Komering Ilir (OKI). Anaknya sudah dari jauh-jauh hari mempersiapkan diri. Mulai dari fisik, mental, hingga pengetahuan umum. “ Semoga tercapai cita-citanya. Saya optimistis karena tahun 2017 ini saya rasakan memang bersih dan transparan,” tukasnya.
Untuk diketahui, 4.595 casis yang telah mendaftar, rinciannya untuk yang mendaftar Akpol yaitu Taruna 262 orang dan Taruni 16 orang. Kemudian mendaftar Bintara, yaitu Bintara Umum pria 2.654 orang, Bintara Umum wanita 392 orang, Bintara TI pria 499 orang, Bintara TI wanita 320 orang, Bintara Musik pria nihil, Bintara Musik wanita nihil. Sedangkan mendaftar Tamtama sebanyak 442 orang. (vis/air/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!