Layanan Unggulan, Jantung Terpadu-Ortopedi

TINGGAL DIRESMIKAN: Gedung RSUD Provinsi Sumsel berdiri megah di Jl Kol H Barlian, Km 5,5. RSUD ini memiliki layanan unggulan jantung terpadu dan ortopedi. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Jumlah rumah sakit (RS) di Provinsi Sumsel bakal bertambah. Tak lama lagi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sumsel di Jl Kol H Barlian Km 5,5 bakal diresmikan langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada 23 Juni 2018 nanti. “Iya, rencananya seperti itu,” kata Plt Direktur RSUD Provinsi Sumsel, dr Asep Zainuddin SpPK, kepada Sumatera Ekspres, kemarin (11/6).
Saat peresmian nanti, kata dia, juga digelar seminar dan pameran kesehatan. “Kita berharap kehadiran RSUD Provinsi ini bisa membantu masyarakat dan memudahkan mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima,” jelasnya lagi. Setelah peresmian itu, maka RSUD ini akan operasional secara penuh dan sama dengan RS lainnya. Mulai dari pelayanan rawat jalan, rawap inap, instalasi gawat darurat (IGD), syaraf, bedah, kulit-kelamin, anak, mata dan pelayanan (pemeriksaan) kesehatan secara umum. Dibanding RS lain, lanjut Asep, RSUD ini juga punya pelayanan unggulan untuk pasien.
“Jadi nanti juga ada layanan jantung terpadu dan ortopedi. Namun memang untuk melaksanakan pelayanan ini secara bertahap. Target ini tahun ini juga bisa diselenggarakan,” jelasnya. Sejauh ini, sebut Asep, semua tim medis pun memastikan siap bekerja. Mereka sudah melakukan perekrutan dan assessment pada akhir 2017 dan awal tahun 2018. Dia memastikan tim medis yang dipekerjakan benar-benar kompeten dan memenuhi standar. “Mayoritas tim medis berasal dari Sumsel mengingat memang provinsi ini memiliki cukup banyak tim medis yang mumpuni,” tegasnya.
Dikatakan, sebenarnya RSUD Provinsi memiliki sekitar 10 lantai, tetapi untuk operasional nanti sementara yang digunakan baru lantai 1-5. “Tapi rencananya lantai 1 sampai 9 akan digunakan untuk pelayanan kesehatan, sedangkan lantai 10 manajemen dan office,” sebutnya. Nantinya, pihaknya akan menyiapkan total 400 bed, tapi saat operasional sementara baru 180 bed dulu. “Ya, semua pemenuhan fasilitas dan alat kesehatan dilakukan secara bertahap,” terangnya. Soal anggaran pembangunan, Asep mengaku tak memahami detail. Baiknya, kata dia, tanya langsung ke dinas. “Untuk fasilitas pendukung seperti taman dan parkir pun sudah siap,” pungkasnya. (yun/lia/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!