Lezat dengan Alat Sehat

Peserta Happy Cooking with Maxim, yang terbagi dalam dua kategori, diminta memasang kreasi ikan nila dan nasi goreng, di Kambang Iwak, pagi kemarin (6/8). Foto: M Hatta/Sumeks

PALEMBANG – Ratusan ibu-ibu, heboh memasak di deretan meja panjang yang tersusun rapi. Riuh ketika ada yang menumis, memotong, mengambil bahan dan menggoreng. Keseruan mereka tergambar dalam Happy Cooking with Maxim yang digelar di kawasan Kambang Iwak (KI), kemarin (6/8), yang digelar Maxim, TP PKK Kota Palembang dan Harian Pagi Sumatera Ekspres.

Lomba kategori Ibu Hebat, diikuti 40 tim dari anggota PKK se-Kota Palembang. Satu tim terdiri tiga orang. ”Pada kategori ini peserta diminta memasak ikan nila sesuai dengan kreativitas masing- masing, dengan waktu 30 menit,” terang Hj Selviana Harnojoyo, Ketua TP PKK Kota Palembang.

Melalui kegiatan ini, ingin dikenalkan masakan khas Palembang, serta memasyarakatkan makan ikan yang mengandung protein tinggi. Kedua, Kategori Berpasangan (Umum), juga diikuti 40 tim. Satu tim terdiri dua orang, pesertanya dari instansi pemerintahan, BUMD, BUMN, perorangan dan lainnya. ”Kategori ini mereka diminta untuk memasak nasi goreng dengan waktu 20 menit,” jelas Selviana.

Chef Muh Oktavianto selaku juri, menjelaskan ada empat poin penilaian pada kompetisi ini. Yakni cita rasa, penyajian, kerapian dan kebersihan. ”Tapi poin paling besar adalah penyajian dan cita rasa,” ungkapnya.

Sejauh ini, masakan yang disajikan peserta lomba cukup baik dan kreatif. Mengingat para peserta background-nya dari ibu rumah tangga. Hanya saja, pada saat penyajian patut diperhatikan, harus menarik tapi tetap bermanfaat. “Tadi ada kulit nanas dan durian, tapi tidak bisa dimakan,” tuturnya.

Peserta dari kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Asanty, mengatakan, timnya memasak ikan nila terbang dan burger nila. Tak banyak persiapan yang dilakukan timnya. ”Kami lakukan persiapan ini cuma satu hari, sempat bingung mau masak menu apa,” akunya.

Seteleh menilai dan mencicipi masakan dari peserta, tim juri akhirnya memutuskan pemenang lomba Kategori Ibu hebat Maxim diraih oleh Erna Budiarti dari Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan IB I. Sementara Kategori Herpasangan, diraih M Saadilah warga Jl. Slamet Riady.

Para pemenang akan mendapatkan plakat, uang tunai dan produk dari Maxim. Pada kegiatan kemarin, selain Happy Cooking with Maxim, juga senam jantung sehat, fun games, door prize, demo memasak dan kegiatan lainnya.

Wali Kota Palembang H Harnojoyo, mengapresiasi lomba memasak ini, dan berpesan tetap kebersihan tetap dijaga agar terlihat rapi. Apalagi Kota Palembang, baru mendapatkan Piala Adipura. ”Masakah khas di Sumsel ini, ada sekitar 130-an jenis.

Melalui kegiatan ini, dapat mempromosikan masakan khas Kota Palembang khususnya,” singkatnya.
General Sales dan Marketing PT Maspion-Maxim Division, Edwin Siswanto, menjelaskan, kompetisi memasak dengan tujuan untuk mengedukasi dan mengajar pola hidup sehat sejak dari rumah. ”Penggunaan alat yang higienis dari Maxim seperti Quadron, dan Fry Pan yang dapat digunakan untuk memasak segala jenis makanan, sehingga menjadikan makanan yang dimasak sehat dikonsumsi,” katanya.

Dikatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin. Tiga tahun sebelumnya, pihaknya digelar acara serupa di Palembang Indah Mall (PIM). Kali ini digelar outdoor, agar lebih banyak lagi terlibat. Kegiatan ini juga sekaligus mengkampanyekan makanan dan masakan khas Palembang. “Peserta ada 500 orang, baik kategori umum maupun kategori Ibu Hebat,” terangnya.

Para juri yang dilibatkan, sudah berpengalaman. Ada enam juri dari Indonesian Chef Association (ICA) cabang Palembang dan ada juga chef dari Surabaya. Dikatakan kelebihan produk Maxim ini banyak, selain produk multifungsi, juga membuat memasak lebih menyenangkan sebab antilengket. Masakan lebih cepat matang karena massa api menyebar lebih rata.

Paling penting produk ini tersertifikasi ISO 9001 dan sekarang proses ISO 2015. ”Produk ini sangat sehat, jadi walaupun terkelupas tidak tetap aman,” ucapnya. Produk ini merupakan produksi asli Indonesia yang sudah dipasarkan ke Amerika Serikat, Timur Tengah, Asia Tenggara, Eropa, dan negara lain. (yun/air/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!