Lindungi Diri dari Sinar Biru

Ilustrasi.

Gawai alias smartphone sudah menjadi teman sehari-hari setiap orang, Ya kita tau sendiri jaman sudah secanggih ini pasti gak bisa jauh dari smartphone. Tidak mengecek smartphone lima menit saja, rasanya parno. Dilansir dari Time, sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa setiap orang mengecek smartphone rata-rata 46 kali per hari. Hal itu perlu diwaspadai karena blue light dari layar smartphone bisa berimbas pada mata lho guys. Gawat bangetkan generasi Z? Nah, ulasan yang satu ini bakalan menjelaskan lebih lengkap lho, Kuy Let’s See!.. (pwy)

Guys, ternyata menatap layar smartphone atau laptop terlalu lama bisa mengganggu kesehatan mata kalian nih, dimana bola mata diforsir untuk terus bekerja dan menerima cahaya juga mempengaruhi penurunan daya tahan tubuh kalian. Nah, ternyata efek dari blue light ini dirasakan oleh Rani Anggraini, mahasiswi PGRI Palembang yang awalnya mengalami rasa pusing dan nyeri. “Awalnya, aku merasakan sakit yang begitu hebat di daerah atas pelipis. Karena sebelum tidur juga pasti main HP dulu di kamar yang gelap.

Bangun pegang HP lagi, bener-bener langsung pusing. Makanya, sekarang diusahakan nggak sering-sering lihat HP karena sakitnya bukan main dan bikin kapok,” kata Rani.

Baca Juga :  Ini Varian Baru Andromax

Dokter Victor S. Tandean SpM menerangkan bahwa kondisi tersebut memang bisa muncul kembali. ’’Kemungkinan tidak bisa sembuh total, tapi bisa dihindari. Salah satu caranya, tak terlalu memforsir mata di depan layar,” jelasnya.

Blue light adalah spektrum cahaya yang tergolong dalam visible light. Artinya, cahaya itu bisa dilihat manusia. Blue light merupakan cahaya dengan gelombang terpendek dan memiliki energi terbesar di antara jenis visible light lainnya. Secara alami, blue light bisa ditemukan pada sinar matahari yang menembus atmosfer bumi. Adapun blue light buatan ditemukan pada digital screen (smartphone, TV, komputer, tablet), flouroscent, dan lampu LED. Saat ini semua gawai menggunakan teknologi LED untuk membantu tingkat kecerahan dan ketajaman layar. Pada layar LED itulah blue light buatan banyak diproduksi. Hal itu membuat kita betah berlama-lama melek di depan layar.

Dampak negatif blue light terasa jika terlalu sering menatap layar saat malam atau ketika di tempat gelap. Misalnya, main smartphone sebelum tidur. Hal itu membuat produksi melatonin (hormon di otak yang mengatur fungsi tubuh, termasuk siklus tidur) menurun. Rendahnya kadar melatonin membuat manusia rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Di antaranya, kanker, diabetes, jantung, obesitas, dan depresi. Dampak buruk blue light terjadi dalam jangka waktu lama. Artinya, gejalanya baru terasa beberapa tahun setelah seseorang terlalu sering menatap layar gadget. Paparan blue light bisa mengakibatkan digital eye strain atau computer vision syndrome.

Baca Juga :  Musim Hujan, Mata Mudah Iritasi

Beberapa gejalanya, antara lain, pandangan menjadi kabur, susah konsentrasi, mata kering dan iritasi, serta sakit di leher dan punggung. ’’Karena mata lelah, otot di sekitar leher dan punggung menjadi tegang dan sakit,’’ kata Victor.

Jangan khawatir Generasi Z, gangguan tersebut bisa diobati, tetapi tidak bisa membuat kondisi kembali 100 persen. Salah satu pengobatannya adalah menyuntikkan cairan yang mengandung afilbercept, ranibizumab, atau bevacizumab ke bagian intrafireal mata.
Sehat itu memang sangatlah mahal oleh karena itu yuk sayangi dirimu mulai dari sekarang!. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati. (*)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!