Lindungi Tenaga Kerja Rentan

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja (Binwasnaker) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyiapkan sistem perlindungan terhadap para pekerja nonformal atau pekerja rentan. Pekerja rentan merupakan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) yang bekerja pada sektor-sektor informal.
Seperti buruh, pedagang kaki lima (PKL), kuli angkut, dan pembantu rumah tangga (PRT) yang penghasilannya hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Dengan adanya berbagai keterbatasan yang ada, mereka belum cukup mampu untuk mengikuti program jaminan sosial.
Plt Dijen Binwasnaker Kemnaker Maruli Hasoloan menyatakan, Jaminan Sosial bagi setiap tenaga kerja adalah kebutuhan mutlak yang harus bisa dinikmati setiap lapisan masyarakat Indonesia. “Termasuk juga para pekerja di sektor rentan,” katanya lewat pernyataan resmi, kemarin (7/7).
Untuk itu, lanjut dia, Kemnaker akan terus mengupayakan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan ini. “Tentunya kami berharap pada BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Maruli mengatakan, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri sudah melakukan pertemuan dengan Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto untuk membahas masalah tersebut.
Selama ini, kata Maruli, negara terkesan hanya fokus pada perlindungan pekerja di sektor formal. “Nah, golongan pekerja yang rentan itu juga memerlukan kehadiran negara,” tandasnya.
Sementara itu, Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengungkapkan, pihaknya telah berinovasi dengan membuat Gerakan Nasional Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran).
Gerakan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial kepada pekerja rentan melalui donasi masyarakat umum atau korporasi dalam pembayaran iuran program BPJS Ketenagakerjaan.
Meskipun diakuinya, hingga saat ini mekanisme pembiayaan masih bersifat sukarela dan belum ada sistem yang mengatur. “Bagaimana nanti pendanaan itu bisa di CSR-kan atau pun individu-individu untuk membantu masyarakat rentan itu,” ujar Agus.(tau/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!