Lobi Restu OCA di Palembang

RAPAT: Gubernur H Alex Noerdin dan Mendagri Tjahjo Iumolo usai rapat di Jakarta, (20/2). Foto: JPG

JAKARTA – Asian Games 2018 tinggal 17 bulan lagi. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah renovasi venue aquatik di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Kolam renang peninggalan Asian Games 1962 yang telah dibongkar ternyata mengalami kendala dalam proses pembangunan ulang.

“Ada satu hal yang sedang difinalisasi terkait dengan pembangunan aquatik karena kontraktor yang ditunjuk oleh GBK ternyata belum mendapat rekomendasi dari OCA (Dewan Olimpiade Asia),” ungkap Menpora Imam Nahrawi usai Rakor Tingkat Menteri dalam rangka Persiapan Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 di Ruang Rapat Utama Lt 7, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Senin (20/2) turut di hadiri Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin.

Dalam rapat yang dipimpin Menko PMK Puan Maharani itu, Menpora Imam menyatakan, akan melakukan pembicaraan lagi untuk negosiasi ulang dengan OCA terkait masalah ini. Negosiasi akan dilakukan saat Rapat Koordinasi Komite (Korkom) 5-6 Maret di Palembang. Menpora Imam juga akan mencari solusi terkait belum adanya venue beberapa cabang olahraga seperti surving, BMX, softball dan sebagainya.

“Dalam satu atau dua hari sebelum dilaksanakan Korkom akan kami finalisasi mungkin kita akan memakai fasilitas sarana yang sudah ada tanpa harus membangun. Mungkin juga memakai venue pasca-PON Jawa Barat,” terang menteri asal Bangkalan ini.

Baca Juga :  Digadang Nyalon Gubernur, Paulus Jadi Kapolda Sumut

Meski persiapan masih compang camping, Menpora Imam tidak ragu dengan target. Dia berani mematok di Asian Games nanti Indonesia menempati peringkat 8 atau 9. “Tapi ini dinamis. Bisa jadi target emas di cabang olahraga tertentu ternyata bisa saja berubah karena sesuatu hal, dan itu juga menjadi pertimbangan kita,” ucapnya.

Menko PMK Puan Maharani menegaskan, pelaksanaan Asian Games 2018 perlu kesiapan yang matang agar sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses pemberdayaan ekonomi. Puan memgklaim, para menteri/lembaga menyatakan kesiapannya dan komitmennya menyukseskan Asian Games XVIII.

“Pembangunan perkembangan infrastruktur menjadi tanggung jawab Kempupera, perkembangan persiapan atlet menjadi tanggung jawab Kemenpora dan Satlak Prima serta perkembangan persiapan penyelenggaraan yang menjadi tanggung jawab KOI dan Inasgog,” tegas Puan. (kmd/ion/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!