LSI Rilis Survei Pilkada Lahat

Denny JA.

LAHAT – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei Pilkada Lahat. Pasangan Bursah Zarnubi-Parhan Berza masih memimpin elektabilitas. Hasil survei terbaru menunjukkan adanya kenaikan pasangan ini dibandinngkan dengan survei periode sebelumnya. Bursah-Parhan mengantongi 40,7 persen suara, disusul pasangan Nopran-Herliansyah (26,3 persen), dan pasangan Cik Ujang-Hariyanto (22,2 persen). Sementara dua pasangan yang lain yakni Purnawarman Kias-Rozi Ardiansyah memperoleh 3,1 persen. Sedangkan Hapit Padli-Erlansyah Rumsyah mendapatkan 2,3 persen, dengan swing voters sebesar 5,4 persen.

Sunarto Ciptoharjono, salah satu Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI-Denny JA) mengungkapkan bahwa survei ini dilakukan pada 28 Mei-3 Juni 2018 dengan metode multistage random sampling. Mewawancarai 440 responden secara tatap muka. “Margin error dalam survei ini plus minus 4,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen,” ucap Sunarto.

Survei ini juga menunjukkan dinamika politik di Kabupaten Lahat. Beberapa pasangan elektabilitasnya terlihat naik turun dibandingkan dengan periode survei sebelumnya. Misalnya, pasangan yang menduduki runner up dalam survei kali ini, yakni Nopran Marjani-Herliansyah sempat mengalami penurunan dari survei Januari yakni 24,3 persen menjadi 18,9 persen pada April dan naik lagi menjadi 26,3 persen pada survei bulan Juni. Sementara Pasangan Bursah-Parhan cenderung naik dari tiap periode survei.

Baca Juga :  Calon Tebar Pesona di "Pohon"

Pada survei Januari, Bursa- Parhan  memperoleh 36,6 persen naik menjadi 37,7 persen pada survei April dan naik lagi menjadi 40,7 persen pada survei Juni ini.

Ada 3 pasangan yang menonjol, yakni Bursah-Parhan, Nopran-Herliansyah, dan Cik Ujang- Hariyanto. Sementara dua pasangan lain yakni Purnawarman Kias-Rozi Adiansyah dan Hapit Padli-Erlansyah elektabilitasnya tetap konstan di bawah 5 persen dari survei Januari, April maupun Juni.

Dilihat dari penguasaan wilayah, pasangan Bursah-Parhan unggul di Zona (dapil) Lahat 1 yang meliputi Kecamatan Lahat; dapil Lahat 3 (Lahat Selatan, Pulau Pinang, Gumay Ulu, Pagar Gunung, Tanjung Tebat, Kota Agung, Mulak Ulu, dan Mulak Sebingkai); dan Dapil Lahat 5 yang terdiri dari Kikim Selatan, Kikim Tengah, Kikim Timur, Kikim Barat, Pseksu, dan Kecamatan Gumay Talang.

Sementara itu Nopran-Herliansyah unggul di Dapil Lahat 4 yang terdiri dari Jarai, Muara Payang, Pajar Bulan, Suka Merindu, Tanjung Sakti Pumi, dan Tanjung Sakti Pumi. Sedangkan Cik Ujang-Hariyanto banyak memperoleh suara di Lahat 2 yang terdiri dari kecamatan Merapi Barat, Merapi Selatan, dan Kecamatan Merapi Timur.

“Penentu kemenangan ini adalah zona pemilih padat seperti Lahat 1 dan Lahat. Kedua zona ini sudah menyumbang suara hampir 50 persen dari seluruh suara di kabupaten Lahat,” ujar Sunarto.

Baca Juga :  Kembalikan Formulir, Muchendi Gandeng Ketua PDIP?

Menurut Sunarto, Pasangan Bursah-Parhan diprediksi bakal memenangkan pilkada Kabupaten Lahat yang akan digelar serentak bersama beberapa kabupaten/kota lainnya di Sumsel 27 Juni 2018.

Ada beberapa alasan mengapa pasangan Bursah-Parhan bisa memenangkan Pilkada Lahat. Pertama, Bursah Zarnubi merupakan kandidat paling populer di antara kandidat yang berlaga. Popularitas Bursah adalah 92,4 persen yang diikuti oleh Cik Ujang (81,9 persen), dan Nopran Marjani (78,6 persen). Kedua, perolehan suara pasangan Bursah-Parhan saat ini sudah menempati posisi tertinggi. Ketiga, swing voters tinggal kisaran 5,4 persen yang biasanya akan terdistribusi secara proporsional kepada para pasangan. Semakin mengecilnya suara mengambang ini menunjukkan bahwa para pemilih semakin mantap mengunci pilihannya masing masing mendekati hari H.

Mengingat sisa hari yang tinggal seminggu lagi, maka kecil kemungkinan terjadi migrasi suara besar-besaran jika tidak ada tsunami politik atau blunder besar yang dilakukan oleh pasangan Bursah-Parhan. Migrasi suara juga dimungkinkan bila salah satu kandidat melakukan politik uang secara masif dan terstruktur. Namun apabila hanya dilakukan secara sporadis, sulit untuk mengubah keadaan. Untuk itu disarankan kepada para pasangan agar berhati-hati terhadap kemungkinan politik uang yang dilakukan oleh lawan politiknya.(gti)

Baca Juga :  Dapil Pileg Kota ini Berubah

 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!