Maafkan, Presiden Kami Idiot

374

MUNGKIN lebih dari separo publik Amerika Serikat sedang melakukan ini: meminta maaf habis-habisan kepada negara-negara lain atas kelakuan sang presiden yang tidak masuk akal. Belum genap dua pekan menjabat, ada saja ulah atau kebijakannya yang bikin geram. Termasuk yang paling heboh: travel ban terhadap sejumlah negara muslim.
Aksi minta maaf atas tindakan Donald Trump juga dilakukan sebuah pabrik kantong kanvas khusus cucian. Perusahaan kecil milik Tom Bihn itu menyelipkan permohonan maaf lewat label instruksi mencuci yang kecil mungil di balik baju. Supaya lebih tersamar, ujaran itu ditulis dalam bahasa Prancis.
Sekilas, tag tersebut hanya berisi instruksi mencuci. Tapi, jika diperhatikan, bagian paling bawah tertulis, “Nous sommes desoles que notre president soit un idiot”. Lalu, di bawahnya lagi tertulis, “Nous navons pas vote pour lui”. Jika diterjemahkan, artinya adalah “Maafkan, presiden kami seorang idiot. Kami tidak memilihnya.”
Perusahaan yang berbasis di Port Angeles, Washington, itu menyatakan, label cuci tersebut dibuat pada 2004. Yakni saat George W Bush terpilih menjadi presiden. “Kami pakai bahasa Prancis karena produknya dipasarkan di Kanada yang punya dua bahasa resmi,” tegas mereka sebagaimana dikutip Huffington Post. Jadi, bukan murni buat Trump!
Bihn menjelaskan, keterangan itu sebenarnya bukan ejekan. Dia bersikeras ungkapan itu tidak perlu dipermasalahkan. “Orang-orang di sana (seluruh dunia, red) juga mikir, beberapa presiden adalah idiot. Jadi, kalimat-kalimat itu adalah sebuah pesan universal,” tegas Bihn. Eh, eh, ada yang mau bikin pesan tersembunyi serupa? Tentang mantan yang susah move on misalnya. (Huffington Post/fam/c19/na/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!