Maksimal Rp50 M Urusi Doping di AG 2018

JAKARTA – Lembaga Anti-Doping Indonesia alias LADI berpacu dengan waktu bersiap diri menatap Asian Games (AG) XVIII/2018. Lembaga bentukan Pemerintah itu menguatkan sumber daya manusia (SDM) agar bisa bekerja maksimal ketika pada saat pelaksanaan multieven empat tahunan pada18 Agustus-2 Agustus tahun depan. Ini karena untuk satu even elite Asia itu, LADI minimal butuh 200 doping control officer (DCO).
“Untuk Asian Games, kami butuh 200 DCO. Saat ini kami baru punya 60 DCO alumni SEA Games 2011, tapi tinggal 3 yang lisensinya masih berlaku lainya kadaluarsa. Ini menjadi tugas kami untuk me-refresh lisensi dan melakukan pelatihan DCO nasional yang baru keluar lisensinya setelah melakukan tiga praktek lapangan,” jelas Sekum LADI Arie S. Sutopo dalam seminar “Bebas Doping Menuju Asian Games 2018” di Jakarta sabtu (21/10).

Dalam seminar hadir pula Wakil I Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK KONI Lilik Sudarwati, Direktur Medical & Doping Control INASGOC dr Leane Suniar Manurung, Penasehat LADI Profesor James Takudung, dan Ketum LADI Zaini Saragih. Lanjut Arie, untuk menyiapkan SDM tatap Asian Games 2018 LADI akan bekerja sama dengan Panpel Asian Games alias INASGOC sebagai penyandang dana. Karena selain butuh SDM, LADI juga butuh minimal 2.000 botol untuk sampel pengambilan urine dan darah atlet. Setiap atlet minimal siapkan lima atlet untuk memilih botol uji.

Baca Juga :  Besok, Festival Sriwijaya Digeber

“Kita butuh lakukan 1.600 sampel urine dan darah. Di Asian Games, penanggung jawab tes doping ada pada Dewan Olimpiade Asia. Karena itu kami akan kontrak kerja sama dengan INASGOC pekan depan. Kemudian kami akan membagikan handbook doping pada Februari tahun depan,” jelasnya. Direktur Medical & Doping Control INASGOC Leane Suniar Manurung menjelaskan, pihaknya masih menunggu kebutuhan secara pasti untuk mendukung program LADI di Asian Games 2018. “Kita akan MoU nanti. Dari situ diketahui kebutuhan, laboratorium rujukan dan sebagainya. Bujetnya bisa capai puluhan miliar tapi kemungkinan gak sampai Rp50 miliar,” jelas Leane Suniar.

Ketum LADI Zaini Saragih menerangkan, kiprah LADI mulai terasa. Ini bisa dibuktikan dengan naiknya anggaran untuk LADI di setiap tahunnya. Tahun ini, LADI diberikan modal Rp5 miliar. Harapannya tahun depan disupport dengan Rp10 miliar. Jika harapan ini gol, diharapkan bisa maksimal dalam melakukan sosialisasi dan meningkatkan kegiatan tes. “Ini dana tahunan untuk program LADI. Minimal, Indonesia zero doping di Asian Games. Untuk sukseskan Asian Games, kami kerja sama dengan INASGOC,” jelas Zaini. “Idealnya memang kita memiliki laboratorium terakreditasi badan antidoping dunia (WADA). Tapi memang tahapannya terlalu rumit. Pengesahan saja minimal butuh lima tahun tentu dengan persyaratan yang banyak. Jadi selama ini kami bekerja sama dengan Thailand atau India untuk mengirim sampel. Mereka punya laboratorium yang terakreditasi WADA,” lanjutnya.

Baca Juga :  Sukseskan GPN, Tabanan tak Mau Kalah dengan Klungkung

Untuk kebutuhan jangka panjang, LADI akan melakukan sosialisasi ke masyarakat Indonesia secara luas dan atlet pada umumnya. Untuk teknisnya, LADI akan kerja sama dengan KONI Pusat. Sasarannya memberikan edukasi kepada atlet sejak dini. Bahkan melalui Wakil I Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK KONI Lilik Sudarwati, KONI siap melakukan kerja sama dalam sosialisasi doping ke atlet di daerah-daerah. Mengingat, obat-obatan atau senyawa yang masuk label doping dipublikasikan setahun sekali.

“Kadang ada ketidaktahuan dari atlet soal doping. Karena itu kami akan lakukan sosialiasi sampai daerah-daerah. Kami juga akan menerbitkan regulasi bahwa setiap kejuaraan nasional harus ada antidoping,” ungkap Lilik yang juga mantan atlet bulutangkis ini. Pantas KONI Pusat resah. Sebab, tren di Indonesia sendiri atlet yang kedapatan menggunakan zat doping naik. Di Pekan Olahraga Nasional (PON) Kaltim 2008 ada temuan lima atlet menggunakan doping, lalu di PON Riau 2012 ditemukan delapan atlet, dan di PON Jawa Barat 2016 ditemukan 14 atlet.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!