Mapel Biologi Paling Favorit

Ilustrasi

PERBEDAAN signifikan lain pada UN kali ini adalah, jumlah mata pelajaran yang ramping. UN tahun-tahun sebelumnya terdiri dari enam mata pelajaran. Sekarang diperas tinggal empat mata pelajaran saja.

Tiga mata pelajaran wajib yakni bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris. Kemudian satu lagi mata pelajaran pilihan. Untuk anak IPA memilih satu diantara biologi, fisika, atau kimia. Kemudian anak IPS (ekonomi, sosiologi, atau geografi), bahasa (sastra Indonesia, antropologi, atau bahasa asing), serta untuk anak peminatan keagamaan (tafsir, hadist, atau fikih).

Menarik menyimak mata pelajaran yang paling banyak dipilih oleh siswa. Khususnya oleh anak-anak yang duduk di kelompok penjurusan IPA. Ternyata secara nasional pilihan yang mendominasi adalah biologi. ’’Mungkin banyak anak IPA yang ingin jadi dokter,’’ kata Kepala Puspendik Nizam lantas tertawa.

Seperti diketahui materi pelajaran biologi tidak terlalu ’’horor’’ ketimbang fisika atau kimia. Fisika misalnya sudah jelas banyak sekali hitung-hitungannya. Sementara kimia para siswa harus mempelajari rumus-rumus kimia. Sementara di biologi hampir jarang ditemukan materi terkait angka-angka.

Terlepas dari banyaknya peserta ujian yang memilih biologi, Nizam mengatakan itu adalah hak siswa. Ketika siswa peserta ujian diberi hak memilih mata pelajaran yang diminati, maka Kemendikbud sekalipun tidak bisa mengintervensi. Dia berharap para siswa konsisten dengan mata pelajaran yang dipilih. ’’Sudah diberi kebebasan memilih, maka kerjakan dengan sebaik-baiknya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Peminat Banyak, Kuota Terbatas

Pria yang baru saja terdepak dari panasnya persaingan rektor UGM itu mengatakan, seluruh peserta ujian jangan lupa untuk berdoa dan cukup istirahat. ’’Mengajarkan ujian dalam keadaan sakit atau tidak fit tentu tidak enak,’’ kata pejabat yang hobi bersepeda itu.

Kemudian dia juga meminta siswa berkosentrasi, mengendapankan kemampuan sendiri, dan menjaga kejujuran. Siswa jangan sampai termakan isu-isu negatif seperti peredaran kunci jawaban atau bocoran soal ujian. ’’Prestasi penting. Jangan menyontek,’’ pungkasnya.

Wakil Kepala SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat, NTB Mansur membenarkan bahwa di lapangan anak-anak lebih suka memilih biologi. Dia mencontohkan sendiri di sekolahannya. Dari total siswa IPA yang berjumlah 196 anak, enam orang diantaranya memilih fisika. Kemudian ada delapan yang menjatuhkan pilihan ke kimia. Lalu sisanya sebanyak 182 anak (93 persen) memilih biologi.

“Saya sendiri guru kimia. Tetapi mengajar di kelas X untuk Kurikulum 2013,” katanya. Mansur menjelaskan alasan utama anak-anak lebih memilih biologi, karena biologi tidak ada hitungan-hitungannya. Materi biologi cenderung menonjolkan kemampuan menghafal. (wan/fad)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!