Maskapai Janjikan Layanan Prima

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) baru saja menandatangani kontrak angkutan penerbangan haji 2017. Maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines kembali terpilih untuk melayani penerbangan jemaah haji Indonesia. Keduanya menjanjikan pelayanan tak menurun meski jemaah yang dilayani jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Seperti diketahui, jumlah kuota jemaah haji tahun ini lebih besar dari tahun lalu. Kuota haji Indonesia ditetapkan sebesar 221 ribu, naik dari sebelumnya 168 ribu. Dalam penerbangan haji tahun ini, Garuda Indonesia akan melayani sekitar 107.974 orang jemaah dari 9 embarkasi. Mulai dari Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok. Sedangkan, Saudia Airlines akan menerbangkan 98.576 orang jemaah dari 4 embarkasi. Yakni, Batam, Palembang, Jakarta, dan Surabaya.
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Abdul Djamil menuturkan, kedua maskapai tersebut tidak asal tunjuk. Keduanya lolos dari masa seleksi yang dilakukan beberapa bulan lalu. Setidaknya, ada 10 maskapai yang turut dalam proses seleksi kala itu.
“Jadi kita buka pendaftaran. Lalu kita jelaskan soal penerbangan haji ini dan kita berikan kesempatan untuk mengajukan penawaran. Yang maju dua maskapai ini hingga kemudian kita nego harga,” tuturnya usai prosesi penandatanganan kontrak kerja sama bersama Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, di Jakarta, kemarin (7/4).
Djamil menjelaskan, penerbangan haji akan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berangkat pada 28 Juli 2017. Disusul kemudian gelombang kedua pada 12 Agustus 2017.
Pada gelombang pertama, jemaah diterbangkan langsung dari Indonesia menuju Medinah. Sedangkan jemaah gelombang kedua, akan mendarat di Jeddah dan langsung menuju Mekah. “Tidak ada lagi transit lama di Jeddah,” ujarnya.
Banyak pesan yang disampaikan oleh Mantan Rektor IAIN Walisongo, Semarang ini pada kedua maskapai. Djamil meminta pelayanan terbaik pada jemaah. Mulai dari on time performance, makanan, hingga penjelasan soal ketentuan saat terbang.
“Tidak semua jemaah biasa terbang. Ada beberapa orang yang belum pernah sama sekali. Jadi saya minta, dijelaskan dengan baik. Bagaimana pasang seat belt, penggunaan toilet dan lainnya,” ungkapnya.
Hal itu langsung disanggupi oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia Arif Wibowo. Dia memastikan, Garuda Indonesia akan memberi pelayanan terbaik. “Tidak hanya soal armada terbaik, kami siapkan makanan khas dari masing-masing embarkasi. Kemudian, kami siapkan 506 awak kabin yang akan membantu jemaah selama penerbangan,” tuturnya.
Dalam penerbangan haji 2017, Garuda Indonesia menyiapkan 14 armada wide body. Adapun jumlah tersebut terdiri dari tiga pesawat B747-400, empat pesawat B777-300ER, dan tujuh pesawat A330-300. “Tahun ini jumlah jemaah haji yang kami layani 107.974 jemaah yang akan diterbangkan dalam 280 kelompok terbang. Alhamdulillah naik dari tahun lalu,” ujarnya.
Selain itu, dalam penyediaan awak kabin, Garuda mengutamakan putra-putri daerah sesuai embarkasi yang dilayani. Dari 506 orang awak kabin tersebut, 57 persen direkrut langsung dari asal embarkasi. Tujuannya, agar bisa berkomunikasi dengan jemaah yang tak jarang kurang paham bahasa Indonesia.
“Proses rekrutmen sudah kita lakukan sejak sebulan lalu. Kebanyakan yang tahun lalu sudah pernah kita hubungi lagi. Untuk yang baru, nanti ada training yang kita berikan,” jelasnya.
Senada dengan Arif, General Manager Saudia Arabian Airlines Samir Hayat juga menjanjikan hal yang sama. Pihaknya juga menyiapkan pesawat berbadan besar untuk penerbangan haji 2017. “Kami siapkan pesawat Boeing 747. Space tempat duduk jadi lebih lebar,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pengamat haji dari UIN Syarif Hidayatulah Dadi Darmadi menyoroti tentang penerbitan nama calon jemaah haji yang berhak melunasi BPIH 2017. Kemenag baru menerbitkan nama-nama definitif itu kemarin (7/4). Sementara pelunasan dimulai pada Senin depan (10/4). Artinya hanya ada jeda waktu dua hari.
Menurut Direktur Advokasi Pusat Pengkajian Islam dan Masyarkaat (PPIM) UIN Syarif Hidayatulah itu, penyelenggaraan haji adalah kegiatan rutin tahunan Kemenag. Dia berharap kedepan Kemenag bisa menetapkan nama calon jemaah haji jauh-jauh hari. “Manfaatnya banyak sekali jika mengetahui kepastian berangkat sejak dini,” katanya.
Di antaranya adalah jemaah haji, khususnya yang memiliki penyakit bawaan, bisa bersiap lebih dini. Misalnya untuk menyiapkan obat, perawatan medis, atau terapi-terapi khusus. Selain itu jemaah juga bisa menyiapkan uang pelunasan lebih dini.
Dadi juga menyinggung sistem pelunasan yang diberlakukan Kemenag. Yakni perbedaan nama jemaah di pelunasan tahap satu dengan tahap dua. Jemaah yang tidak bisa melunasi ongkos haji di tahap pertama, tidak bisa melunasi di tahap kedua. Kecuali jika calon jemaah bersangkutan mengalami gagal sistem saat pelunasan.
Dia juga berharap ada penyebaran informasi yang maksimal sampai ke desa-desa. Dadi menjelaskan bank penerima setoran pada umumnya adalah bank syariah. Nah keberadaan bank syariah ini jarang ada yang sampai di tingkat desa atau kecamatan. Umumnya bank syariah berdomisili di pusat kabupaten atau kota.
“Ada jemaah yang saking jauhnya, untuk ke pusat kabupaten butuh waktu seharian. Setelah sampai, ternyata bank sudah tutup, kan kasihan,” paparnya. Dia menegaskan kondisi demograsi tempat tingkat jemaah haji beragam. Tidak bisa disamakan dengan di Pulau Jawa semuanya.
Merespon hal ini, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ahda Barori mengungkapkan, verifikasi data jemaah sejatinya telah dilakukan sejak setengah bulan lalu. Calon jemaah yang berangkat tahun ini pun sudah mendapat pemberitahuan sehingga telah bersiap. Bahkan di beberapa daerah, seperti Magelang, telah melakukan bimbingan manasik haji. “Verifikasi sudah, yang meninggal langsung diganti dan lainnya. Mereka sudah tahu. Pengumuman ini kan hanya formalitasnya,” tandasnya. (mia/wan/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!