Melawan Lelah

Alberto Goncalves. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

SAMARINDA – Sriwijaya FC menatap putaran kedua Liga 1 2017. Pada laga perdana klub berjuluk Laskar Wong Kito ini sambangi markas Pusamania Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, sore ini (live TV One, 15.00 WIB).

Teja Paku Alam bersama kolega harus bisa move on. Hasil kurang maksimal yakni selalu imbang di empat partai sebelumnya pada putaran pertama harus segera dilupakan. Masing-masing 0-0 atas Perseru (2/8), 2-2 jamu Persipura (30/7), 1-1 atas Persegres (17/7) serta 2-2 kontra Bali United (19/7).

Kini fokus pada Borneo FC. Jika bicara peluang, mungkin hanya dewi fortuna yang bisa membatu skuadra Hartono Ruslan. Benar saja, Pesut Etam, julukan Borneo FC, kini berada di posisi 12 klasemen. Zulvin Zamrun dan kawan-kawan bukan tim sembarangan jika bermain di kandang sendiri.

Tercatat, dari tujuh partai sepanjang putaran pertama, anak asuh Ricky Nelson tersebut tidak pernah sekalipun menyentuh kekalahan. Bahkan enam pertandingan didapat dengan hasil kemenangan.

Ini justru berbanding terbalik dengan kondisi Sriwijaya FC yang sedang betul-betul terpuruk. Skuat Jakabaring masih betah di posisi 15 klasemen. Mental anak asuh Hartono Ruslan, diprediksikan masih saja down, selepas gagal menorehkan hasil maksimal di dua laga kandang terakhir.

Baca Juga :  Perang Para Mantan

Klub kebanggaan masyarakat Sumsel pun masih dihantui, kelelahan pascajadwal padat sepanjang satu bulan terakhir. Ini juga yang membuat Hartono terpaksa terus merotasi pemain, demi menjaga kebugaran stamina.

Pelatih Sementara Sriwijaya FC, Hartono Ruslan, mengatakan timnya masih terus merasakan kelelahan setiba di Samarinda. Tetapi segala kondisi minor, bukan berarti menyurutkan target. Bahkan Hartono, mengaku tidak gentar dengan tuan rumah.

“Apapun kondisinya, kami tidak takut bermain di Samarinda. Karena sepakbola bermainnya 11 lawan 11,” ungkap Hartono.

Hartono tetap optimistis curi poin. Mengingat lini depan bakal kembali diisi duet BeThon (Beto-Hilton). Hilton yang sempat absen lawan Perseru, lantaran akumulasi, bisa jadi tumpuan lini depan untuk daya dobrak.

Begitu juga fitnya Slamet Budiono dan Airlangga Sucipto, bisa jadi solusi untuk memecah kebuntuan tim. “Tidak ada penjagaan khusus untuk tim Borneo dan kami tetap bermain secara kolektif, baik saat bertahan atau menyerang. Jadi tidak ada pemain yang akan di-marking secara khusus,” tambah Hartono.

Senada dengan gelandang muda Sriwijaya FC, Manda Cingi. Dia mengaku sangat yakin, bisa memberikan hasil terbaik laga ini, meski dalam status laga away. Manda sendiri, diprediksikan akan turun lebih awal, untuk menggantikan peran Tijani Belaid yang absen izin pulang ke Tunisia.

Baca Juga :  Pertahanan Masih Mengkhawatirkan

“Kami sudah pernah bertemu di putaran pertama, jadi saling mengenal gaya permainan masing-masing. Kami akan mati-matian bekerja mendapatkan poin karena saat ini masih di posisi 15, tentu secepatnya mesti keluar dari zona yang tidak aman ini,” ungkap Manda.

Di sisi lain lini pertahanan Borneo FC dipastikan kukuh menjamu Sriwijaya FC. Bek Matheus Lopes dalam kondisi fit dan siap tampil 100 persen. Matheus jadi salah satu andalan Pesut Etam sejauh ini. Total penampilannya mencapai 961 menit.

Didebutkan dengan siapa saja, Matheus tak pernah canggung. Leonard Tupamahu dan Kunihiro Yamashita bergantian menjadi tandem. Sebagai bek, Matheus punya kualitas mumpuni. Dribel serta ketenangan olah bola, kerap berhasil mengecoh lawan. Sepakan keras nan akurat, jadi salah satu andalan. Satu gol sudah dibukukan lewat tendangan jarak jauh ke gawang Persib Bandung. “Saya senang musim ini bisa gabung sama Borneo FC. Klub pertama saya di Indonesia,” kata Matheus setelah latihan di Stadion Segiri, Kamis (3/8) .

Dari total penampilannya, bek berpostur 185 sentimeter itu mencatatkan 5 tembakan, 413 operan sukses, 46 intersep, 7 dribel, dan 65 sapuan. Koleksinya di putaran kedua bisa bertambah drastis, lantaran jadi salah satu pemain utama Pesut Etam musim ini. “Saya janji tampil lebih maksimal dan berupaya tidak membuat tim kebobolan,” tegas Matheus.

Baca Juga :  Kitas Pemain Asing Beres

Menjamu Sriwijaya FC, Matheus bertekad menjaga rekor 100 persen kemenangan kandang. Tak hanya itu, gawang timnya tak boleh diperawani lawan. Memilih bermain di Samarinda, Matheus rela memboyong istri dan kedua putri kembarnya ke Kota Tepian. Pemain berpaspor Brasil itu mengaku, banyak mendapat dukungan ketika bermain dari keluarga. “Keluarga nomor satu. Saya bekerja demi mereka,” pungkasnya. (cj11/ion/abi/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!