Melawan Tradisi

Nur Iskandar. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

DENPASAR – Sriwijaya FC punya tradisi buruk jika mainkan pertandingan Liga 1 di malam hari. Dari 18 kali bertanding, hanya mampu petik empat kemenangan. Sisanya imbang selama enam pertandingan dan delapan di antaranya diakhiri dengan kekalahan.

Hasil minor terakhir kala bermain malam diterima saat kalah dari tuan rumah PS TNI 1-2 pada 25 Oktober lalu. Kekalahan yang memaksa tim berjuluk Laskar Wong Kito menetap di peringkat 13 dengan 38 poin dari 31 pertandingan.

Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan menerangkan jika banyak faktor yang mempengaruhi hasil pertandingan malam. Bisa karena kesalahan waktu dalam mencoba lapangan karena bisa saja adaptasi suasana stadion berpengaruh bagi pemain. Tapi itu juga bukan faktor utama karena sepak bola juga gak bisa diprediksi. Artinya, gak mutlak Sriwijaya FC banyak kalah karena waktu coba lapangan yang gak sesuai dengan waktu pertandingan. Sekalipun memang dirinya tidak pernah berikan materi latihan di malam hari karena pemain ngeluh minim recovery jika latihan malam.

Menurutnya, banyak tim juga bisa menang di laga malam tanpa latihan malam. Toh, kompetisi juga sering jadwalkan pertandingan malam. Semua ini, lanjutnya, kembali pada faktor kualitas tim. Dia pun menyadari bahwa  perjuangan Yu Hyun Koo dkk saat menantang Bali United di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, malam ini (live TvOne, pukul 18.30 WIB) juga dibayangi rapor buruk itu.

Baca Juga :  Kejar Kado Manis untuk Lebaran

Namun Hartono berkeyakinan bahwa rapor buruk itu bisa diperbaiki dengan lawatannya ke markas Bali United ini. Kondisi pemain memungkinkan untuk bermain total. Mereka yang dibawa ke Bali dalam kondisi fit. Tiidak ada yang cedera atau masalah dengan akumulasi kartu kuning. Apalagi, tim berjuluk Laskar Wong Kito masih memendam ambisi ingin menembus posisi 10 besar di akhir musim. Caranya tentu harus bisa memaksimalkan poin di tiga pertandingan terakhir dengan diawali melawan Bali United.

“Kami datang ke Bali bukan untuk kalah. Kami sudah persiapkan dengan baik pertandingan besok (malam ini). Kami akan all out berikan perlawanan yang berarti kepada Bali United,” terang Pelatih Hartono Ruslan.

“Tentu saja kami sudah persiapkan strategi untuk antisipasi kekuatan Bali United baik tengah atau depan. Terutama untuk antisipasi lini depan mereka, kita siapkan bagaimana pertahanan yang benar. Supaya tidak jadi bulan-bulanan Bali United. Kita akan berikan perlawanan karena ingin dapat poin di sini,” lanjutnya.

Untuk bisa mewujudkan ambisi bisa pulang bawa poin, Hartono menginstruksikan kepada anak asuhnya untuk tidak ada beban. Juga tidak boleh kendor dalam bermain. Dia hanya minta pemain harus konsentrasi penuh dan menikmati jalannya pertandingan. “Kami sudah siap. Kami tinggal terapkan skema yang dipersiapkan oleh pelatih. Semoga kita bisa meraih poin di markas Bali United,” terang Bek serba bisa Ahmad Faris.

Baca Juga :  Jangan Kalah Kompak

Sebagai pelatih yang pernah dibuang Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, dipastikan tidak akan sia-siakan pertandingan Bali United melawan Sriwijaya FC. Dia akan memanfaatkan momentum ini untuk mengeruk poin maksimal. Toh, dia tahu betul kemampuan setiap pemain Sriwijaya FC karena mayoritas mereka adalah mantan anak asuhnya saat tukangi Sriwijaya FC sejak 2016 hingga 2017.

“Sriwijaya FC timnya tidak berubah. Semenjak saya pegang sampai sekarang, kini ditangani Coach Hartono, komposisi pemain sama dari awal. Mungkin bedanya di semangat juang. Mereka ingin perbaiki peringkat. Karena itu, saya instruksikan kepada pemain untuk mewaspadai setiap pemain yang masuk ke jantung pertahanan. Terutama Beto (Alberto Goncalves). Dia dalam kondisi tidak baik saja bisa mencetak gol apalagi jika kondisinya baik,” terang Widodo.

Karena itu, Widodo mengingatkan anak asuhnya untuk waspada penuh sepanjang pertandingan. Jangan anggap remeh Sriwijaya FC meski secara peringkat jauh di bawah Bali United. Pada pertemuan pertama saja, Sriwijaya FC bisa samakan kedudukan 2-2 meski tertinggal 0-1 sejak menit tiga melalui gol Sylvano Comvalius.

Jika melihat performa Irfan Bachdim dkk sebelumnya, para pemain lemah dalam konsentrasi saat bertahan dan sangat fokus ketika menyerang. Melawan Sriwijaya FC, situasi ini harus diseimbangkan.

Baca Juga :  Mantan Pelatih SFC ini Kembali Dapat Putra

“Kami berpesan kepada pemain, sebelum ada yang nomor satu secara tetap di klasemen, kita akan kejar terus. Anak-anak harus terus fokus dan jangan anggap remeh lawan, secara peringkat mungkin Sriwijaya FC sudah aman dari degradasi, tapi mereka masih bernafsu perbaiki peringkat. Saya ingin pemain tetap kerja keras jangan sampai kehilangan poin di kandang,” tegasnya. (kmd/ion/ce1)

Rapor Sriwijaya FC Bertanding Malam
25/10 v PS TNI 1-2 (away)
22/09 v Madura United 0-3 (away)
17/09 v PSM 3-4 (home)
04/09 v Persib 1-4 (home)
11/08 v Semen Padang 0-0 (home)
02/08 v Perseru 0-0 (home)
24/07 v Persegres GU 1-1 (away)
19/07 v Bali United 2-2 (home)
14/07 v PS TNI 2-1 (home)
07/07 v Arema FC 2-3 (away)
16/06 v Persija 0-1 (away)
07/06 v Mitra Kukar 3-1 (home)
01/06 v Persela 2-1 (home)
27/05 v Madura United 0-0 (home)
09/05 v Persiba 2-0 (away)
03/05 v Bhayangkara 1-2 (home)
29/04 v Persib 0-2 (away)
17/04 v Semen Padang 1-1 (away)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!