Meledak Buang Tekanan

Sandy Firmansyah. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Pesiapan Sriwijaya FC cukup singkat. Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, jamu Persela Lamongan di Gelora Jakabaring, malam ini (live Indosiar, pukul 20.30 WIB).
Kendati demikian, Pelatih Rahmad Darmawan tetap optimistis. Bahkan RD, sapaan beken Rahmad Darmawan, percaya dengan muka baru yang akan mengisi line up. Rahmad memastikan hal ini dalam konferensi pers jelang pertandingan kemarin.
Pincangnya skuat Jakabaring setelah tiga pilar utama dipanggil timnas, akan ditutupi pemain cadangan yang diharapkan mampu “meledak”. Kesempatan ini, bisa saja datang pada Sandi Firmansyah penganti Teja Paku Alam di bawah mistar gawang. Kemudian Ichsan Kurniawan di tengah gantikan Sulfiandi dan Patrich Wanggai yang akan mengisi pos yang ditinggal Alberto Goncalves.
Mantan pelatih Arema Malang dan Persipura ini yakin dan percaya anak asuhnya akan meraih poin penuh. “Kalau mereka bermain seperti saat berlatih, dengan semangat yang kompetitif. Tentu bukan hal yang sulit. Mereka harus kalahkan diri sendiri agar keluar dari tekanan dan bisa memaksimalkan kesempatan besok (malam ini, red),” kata suami Dinda Ety ini.
Sriwijaya FC sendiri saat ini masih kesulitan dalam beberapa sisi. Khususnya lini serang yang masih belum “greget” untuk bisa mengeksekusi peluang di depan gawang. Belum ada ancaman serius yang diciptakan oleh penyerang klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini dalam pertandingan.
Beberapa gol bahkan harus dicetak oleh lini kedua dan lini bertahan lewat skema set piece. Tentu menjadi bahan evaluasi Rahmad Darmawan di putaran kedua nanti. Apalagi Persela, bisa dikatakan tim yang paling konsisten dalam 11 laga awal Liga 1 musim ini.
Selain Persipura, tim Joko Tingkir, julukan Persela Lamongan, adalah tim yang punya produktivitas gol dan efektivitas permainan yang tentu cukup disegani oleh lawannya. Mereka konsisten saat bermain di kandang maupun saat bertandang.
Menyadari hal tersebut, pelatih yang hobi bertopi ini memberi stressing khusus pada lini belakang yang digawangi oleh Hamka Hamzah. Menurutnya tak boleh ada celah bagi striker lawan yang dikenal jago bola udara. Termasuk memberi celah bagi pemain lawan untuk memberikan ancaman pada gawang.
“Coach Aji (santoso), di tahun ini membawa Persela tampil sangat baik dalam organisasi permainan. Mereka punya pengertian antarlini dan antarpemain yang di atas rata-rata. Tak mudah untuk dikalahkan. Karena itu harus maksimal jika ingin menang,” kata pelatih yang musim lalu tangani T-Team Malaysia itu.
Di sisi lain, RD juga memberikan instruksi khusus kepada pemain sayapnya untuk dapat memaksimalkan umpan bagi penyerang dengan berbagai variasi agar mampu mencetak gol dan membawa tim menang untuk tembus ke peringkat atas. “Secara umum, saya mewakili pemain siap untuk maksimal dan mengamankan poin kandang kita,” timpal Marckho Meraudje bek Sriwijaya FC.
Sementara itu, Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, mengakui, meski ditinggal pilar utamanya untuk membela Garuda, Sriwijaya FC tetap merupakan tim yang harus diwaspadai. Tuan rumah, menurutnya punya kualitas juara dengan komposisi pemain inti dan cadangan yang tak jauh beda.
Begitupun timnya, yang menurut Aji juga tak akan tampil 100 persen. Namun dengan skuat yang dibawa ke Palembang, Aji optimistis bisa mencuri poin. “Saya minta seluruh pemain fight dan bermain terbuka. Kita mau poin dari sini,” ujarnya.
Aji juga percaya dengan kualitas pemainnya yang mampu mencetak gol di setiap laga, meski bermain di kandang. “Syukur-syukur tidak hanya satu poin, tapi kita bisa dapat tiga poin di Palembang,” tukasnya. (aja/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!