Mendikbud Minta Ditindak Tegas

Mendikbud Muhadjir Effendy. Foto: JPG

PALEMBANG – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy, angkat bicara terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan Muhadjir usai didaulat menjadi pembina upacara bendera di SD Negeri 129 Palembang, kemarin (2/8).
“Sudah berkali-kali saya mengingatkan kepada seluruh jajaran di bawah naungan Kemendikbud agar jangan sampai ada praktik pungli. Kalau itu terjadi, merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing, bukan institusi,” tegas Muhadjir kepada awak media, kemarin (2/8).
Diakui Muhadjir, kejadian OTT ini sudah tentu mencoreng citra dunia pendidikan. Untuk itu, Kemendikbud tidak akan segan-segan mengambil langkah tegas apabila ditemukan ada oknum ASN di bawah naungan Kemendikbud yang terjaring pungli.
“Kami telah bekerja sama dengan tim saber pungli dan inspektorat, mulai di tingkat pusat hingga ke daerah yang masing-masing ditugasi untuk melakukan pengawasan sekaligus penindakan jika ada yang terbukti melakukan praktik pungli ini,” tegas mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.
Sementara itu, kehadiran Mendikbud RI, yang mendadak, membuat warga SD Negeri 129 Kecamatan Sukarami mendadak heboh. Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan konsolidasi jajaran pendidikan dan launching penguatan pendidikan karakter yang dipusatkan di Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Di kesempatan itu, Muhadjir sempat menjadi pembina apel di SD Negeri 129 tersebut. Dalam amanatnya, Muhadjir berpesan, setiap Senin para pelajar wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya saat upacara.
Muhadjir mengimbau agar para siswa dapat menyanyikan lagu Indonesia Raya versi tiga stanza mulai Juli 2017. Hal ini perlu dilakukan agar para siswa tidak lupa dengan makna lagu Indonesia Raya tersebut. “Setiap hari Senin saat upacara bendera, siswa harus menyanyikan lagu Indonesia tiga stanza. Lagunya memang sedikit lama, sekitar empat menit. Jadi dengan menyanyikan lagu tiga stanza ini, siswa akan merasakan perjuangan para pahlawan dan maknanya pun tidak akan hilang,” katanya.
Kepala SD Negeri 129 Palembang, Muslimah menjelaskan, terkait menyanyikan lagu Indonesia Raya sebanyak tiga stanza, pasti akan menerapkan peraturan yang telah dicanangkan Kemendikbud. (kms/nan/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!