Mengelola Gap Antargenerasi

SEMINAR: Peserta kegiatan Safari Ramadan 2018, seminar Leadership Zaman Now, di The Arista Hotel, kemarin. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Capai satu harmoni dalam suatu organisasi atau perusahaan, sosok pemimpin mesti memahami prinsip-prinsip kepemimpinan zaman kini. Nah, ada dua dasar kepemimpinan. Pertama, kepemimpinan adalah kemampuan memengaruhi dari dalam diri.
Kedua, gaya kepemimpinan dipengaruhi faktor luar. “Pengaruh dari dalam itu, meliputi aspek fisik, intelektual, emosional, dan moral,” ujar Fasilitator MarcPlus Inc, Ardhi Ridwansyah, dalam kegiatan Safari Ramadan 2018, seminar Leadership Zaman Now, di The Arista Hotel, kemarin.
Pengaruh dari luar, meliputi faktor environment (lingkungan) dan follower (pengikut). “Era tradisional membuat pemimpin berhubungan dengan sifat vertikal, eksklusif, dan individual. Ini leadership zaman old. Sementara era digital, telah mengubah pola itu menjadi horizontal, inklusif, dan bersifat sosial. Ini leadership zaman now,” ungkapnya.
Sementara, follower yang berbeda membutuhkan gaya kepemimpinan berbeda pula. Untuk aspek fisik di era digital, ada power posture dan friendly posture. Aspek intelektual di era digital, sharing dan learning. Lalu, aspek emosional di era digital, ada watchful dan hopeful. Selanjutnya, aspek moral di era digital, ada inner focus dan outer focus.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, antargenerasi memiliki prioritas, nilai-nilai, gaya kerja, metode komunikasi, dan perilaku berteknologi yang berbeda. Bagaimana mengelola gap antargenerasi? Pemimpin mesti sanggup memahami kegelisahan dan harapan generasi. Selanjutnya, pemimpin mesti menyesuaikan gaya komunikasi kepemimpinan. “Lalu, pemimpin harus melakukan evaluasi dan terus memperbaiki,” katanya.
Ia menegaskan, pemimpin harus bijak mengambil pelajaran. Yang paling penting, harus bisa saling memahami kekhasan generasi yang dihadapi. Hati-hati dengan zona ekstrem dari kekuatan dan kehangatan. Pemimpin harus bisa memahami bagaimana kekuatan dan kehangatan dipadukan untuk mengelola gap antargenerasi.
Misalnya, untuk berhubungan dengan generasi Y, tunjukkan kehangatan dengan tetap menampilkan kekuatan agar menjadi pemimpin yang dicintai sekaligus dihormati. “Sementara untuk berhubungan dengan senior, tunjukkan kekuatan Anda dengan tetap menghormati kekuatan mereka agar Anda menjadi anggota tim yang dipercaya,” pungkasnya. (cj16/vin/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!